Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Camilan Chimu: Cita Cinta Teguh dan Herna Rintis Usaha saat Pensiun

Bagi mereka, pensiun bukan akhir karier, melainkan awal dari bentuk kerja yang lebih dekat dengan rumah dan nilai hidup. 

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D
TUNJUKKAN PRODUK: Herna dan Teguh saat menunjukan produk camilan Chimu yang mereka rintis di Jalan Erowati Utara Nomor 91, Semarang Utara, Kota Semarang. Dalam mengembangkan usaha, keduanya memanfaatkan beragam peluang yang ada, seperti bergabung dengan Rumah Kreatif BUMN BRI untuk melebarkan sayap bisnisnya. (TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D) 

Untuk produk Banana chips, dalam sebulan seminimnya produksi 50-100 kemasan sedangkan kripik kentang seminimnya 60-100 kemasan.

Sedangkan petis 50an sebulan. Untuk produk ganola yakni segmented karena harga yang dirasa cukup tinggi.

Tingginya harga tersebut lantaran menggunakan bahan-bahan kualitas premium tidak pakai pemanis dan pakai madu asli. Biji-bijian yang berkualitas, gandum dari Australia dan pakai virgin coconut oil kemudian buah kering tanpa pemanis. Sebotol kecil Granola harga Rp40ribu.

"Kalau yang tahu bahannya itu worth it dengan harga segitu. Ya karena itu segmented," jelasnya.

Saat ini, setidaknya ada tiga reseller aktif, dan jalur daring pun tetap mereka garap lewat toko online dengan akun chimusmg.

Namun, yang paling mereka banggakan bukan omzet atau distribusi. Tapi karena mereka melakukannya berdua. 

Sepasang suami istri, di masa pensiun, yang memilih bekerja bukan hanya untuk bertahan, tapi juga untuk bermakna.

“Chimu ini adalah aktuliasi dari impian kita, semasa masih muda. Kami bermimpi untuk punya usaha saat masa tua," ujar Teguh.

Fakhrul Ihsan Saputra, petugas di Rumah BUMN BRI, menyampaikan komitmen Bank Rakyat Indonesia untuk terus mendampingi para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan mandiri.

"Kami dengan senang hati akan membantu UMKM yang ingin bergabung. Sudah banyak UMKM yang bernaung di bawah Rumah Kreatif BUMN BRI dan telah merasakan manfaatnya," ujarnya.

Menurut Fakhrul, UMKM yang tergabung mendapat berbagai fasilitas, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, dukungan pemasaran, hingga kesempatan mengikuti pameran seperti BRI EXPO(RT) untuk mempertemukan mereka dengan calon pembeli potensial.

"Kami bantu dari sisi branding. Kadang ada tamu dari dinas atau pejabat yang membutuhkan souvenir, atau butuh pendampingan UMKM. Di situlah kami berperan menjembatani, agar pelaku UMKM bisa bertemu dengan buyer. Kalau cocok, bisa sampai ekspor," jelasnya.

Rumah Kreatif BUMN BRI terus berupaya menciptakan ruang-ruang kolaboratif agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. (Rad)

Baca juga: Keluarga Habis Ditelan Bencana, Suwarni Penyintas Longsor Bangkit berkat Usaha Keripik Herbal

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved