Berita Semarang
Camilan Chimu: Cita Cinta Teguh dan Herna Rintis Usaha saat Pensiun
Bagi mereka, pensiun bukan akhir karier, melainkan awal dari bentuk kerja yang lebih dekat dengan rumah dan nilai hidup.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua sejoli Teguh Christanto dan Herna Triyastuti kerap duduk berdua di teras rumah mereka.
Memandangi langit, dan bicara tentang banyak hal: anak-anak, kesehatan, juga impian membangun sebuah usaha di hari tua.
Teguh dan Herna mulai merintis sebuah merek makanan ringan rumahan yang aman, sehat, dan punya nilai.
Baca juga: Cerita Widiyowati Jaga Kualitas Kacang Bogares, Warisan Kuliner Bercita Rasa Gurih
Dari obrolan intim itu, lahirlah Chimu.
Bukan sekadar merek usaha dagang, tapi juga ikhtiar untuk tetap sehat dan produktif di masa pensiun.
"Chimu itu dari panggilan anak-anak ke kami, kalau manggil ayah itu Chaci dan ibu itu Mamu. Terus kami putuskan untuk digabung saja. Jadi Chimu," kenang Herna saat ditemui di rumah produksi Jalan Erowati Utara Nomor 91, Selasa (29/4/2025).
Teguh, mantan sales produk IT di sebuah perusahaan swasta di Jakarta dan Herna, seorang ibu rumah tangga yang juga pegang urusan admin pada perusahaan, memulai usaha ini dengan tekad penuh.
Bagi mereka, pensiun bukan akhir karier, melainkan awal dari bentuk kerja yang lebih dekat dengan rumah dan nilai hidup.
Ketika pandemi memaksa banyak orang tinggal di rumah, termasuk suaminya yang harus dipaksa pensiun dini, namun karena dari itu mereka justru belajar. Untuk mulai meracik resep kering kentang yang jadi andalan.
"Kebetulan kami ini punya kecocokan, saya suka dengan masak dan suami suka ngicipin dan memberikan saran ke saya," kata Herna sambil cekikikan.
Herna mengenang saat pandemi Covid-19 yang menjadi roda awal berjalannya bisnis itu, sang suami selalu memberikan wejangan kepadanya, agar usahanya tidak hanya jalan saat Covid-19 namun harus konsisten dijalankan terus menerus.
Ketika itu suami terkena pensiun dini dan akhirnya, Teguh menjalankan usahanya sepenuh hati dengan istrinya. Dari situ Herna dan Teguh mulai semangat untuk terus berproduksi, usaha sejoli itu juga didukung oleh kedua anak kembarnya.
Herna mengenang anaknya pernah bercerita kepadanya agar tetap berproduksi dengan semangat semasa tuanya, agar Herna dan Teguh bisa tetap sehat.
Dukungan kedua anaknya itu membuat Teguh dan Herna mulai mengembangkan bisnisnya dengan kompak.
Urusan legalitas, pemasaran, hingga jaringan distribusi. Keduanya bahu-membahu termasuk soal bahan baku, kemasan, hingga sertifikasi halal dan BPOM pun mereka urus sendiri.
| Memaknai Jumat Agung, Pdt Andreas Ungkap Pesan Kegelapan yang Menghidupkan |
|
|---|
| Pebasket Muda Kota Semarang Bawa Timnya Raih Runner-up di Ajang Asia Pacific Cup 2026 Malaysia |
|
|---|
| Foto-foto Via Dolorosa di Gereja St Theresia Bongsari Semarang |
|
|---|
| Visualisasi Jalan Penyaliban Yesus di Bongsari Semarang Jadi Ruang Refleksi Umat Katolik |
|
|---|
| Genangan Surut, Jalur KA Karangjati–Gubug Kembali Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/produk-camilan-Chimu.jpg)