Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

USM Siapkan 16 Kurikulum Baru Berbasis Outcome, Targetkan Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

Universitas Semarang (USM) menggelar workshop selama dua hari bertajuk "Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome Based Education)".

Tayang:
Editor: raka f pujangga
Istimewa
KURIKULUM OUTCOME - Universitas Semarang (USM) menggelar workshop selama dua hari bertajuk "Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome Based Education)", pada hari Senin di Menara USM Lantai 8 (5/5/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG Universitas Semarang (USM) menggelar workshop selama dua hari bertajuk "Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome Based Education)", pada hari Senin di Menara USM Lantai 8 (5/5/2025).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada dosen dan tim pengembang kurikulum di 16 program studi di lingkungan USM, serta menghasilkan dokumen pedoman penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Baca juga: USM Gelar Kompetisi Panahan Barebow

Rektor USM Dr Supari ST MT menyampaikan bahwa kurikulum berbasis outcome adalah bentuk pendidikan yang mengarahkan lulusan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan kebutuhan nyata — baik di sektor pemerintahan, swasta, industri, maupun masyarakat secara umum.

“Workshop ini penting agar teman-teman dosen benar-benar memahami esensi dari Outcome Based Education. Tujuan utamanya adalah agar lulusan USM nantinya tidak hanya kompeten, tapi juga relevan dan mampu menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat,” ujar Rektor USM.

KURIKULUM OUTCOME - Universitas Semarang (USM) menggelar workshop selama dua hari bertajuk
KURIKULUM OUTCOME - Universitas Semarang (USM) menggelar workshop selama dua hari bertajuk "Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome Based Education)", pada hari Senin di Menara USM Lantai 8 (5/5/2025). (Istimewa/USM)

Selama dua hari ke depan, para peserta workshop akan menyusun kurikulum di masing-masing program studi berdasarkan pendekatan OBE. Hasilnya akan melahirkan 16 kurikulum baru yang siap diterapkan mulai September mendatang, termasuk sistem pendukung seperti aplikasi komputer yang memudahkan akses, penilaian transparan yang dapat dilihat mahasiswa, serta sistem monitoring yang mengevaluasi relevansi lulusan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dr Supari mengatakan “Ini bukan hanya soal kelas dan nilai. Bicara kurikulum hari ini adalah bicara 10 tahun ke depan.

Baca juga: Mahasiswa FTIK USM Latihan Splicing Fiber Optic Bersama ION Netwok

Pendidikan di USM tidak hanya mengikuti pasar, tapi juga menetapkan target untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat puluhan tahun ke depan”.

USM berharap, dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, lulusan yang telah dibekali dengan kurikulum berbasis outcome ini akan terbukti mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, menjadi generasi produktif yang solutif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved