Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karimunjawa

Skydiving Jadi Magnet Baru Wisata Karimunjawa, Penerbangan Perintis Siap Mengudara Lagi

Langit biru dan laut jernih Karimunjawa tak hanya memukau para skydiver dunia, tapi juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
DOK PEMPROV JATENG
BERSIAP - Sejumlah atlet skydiving bersiap mengikuti gelaran Karimunjawa International Skydiving and Adventure (KISA) yang berlangsung 7–11 Mei 2025 lalu. (DOK PEMPROV JATENG) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Langit biru dan laut jernih Karimunjawa tak hanya memukau para skydiver dunia, tapi juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. 

Gelaran Karimunjawa International Skydiving and Adventure (KISA) yang berlangsung 7–11 Mei 2025, tak cuma jadi ajang atraksi ekstrem, tapi juga pemantik geliat pariwisata di kepulauan yang masuk wilayah Kabupaten Jepara ini.

Salah satu dampaknya, rute penerbangan perintis menuju Bandara Dewadaru Karimunjawa dipastikan akan kembali dibuka. 

Jika tak ada aral, pesawat dari maskapai Susi Air mulai mengudara pada 4 Juli 2025, dengan rute yang menghubungkan Yogyakarta, Semarang, hingga Bali.

"Mudah-mudahan ini jadi titik balik. Harapannya, ke depan makin banyak maskapai dan penumpang yang memanfaatkan bandara," ujar Kepala Bandara Dewadaru, Kapten Muhamad Kurniawan, Senin (12/5/2025).

Selama ini, wisatawan yang ingin ke Karimunjawa harus menempuh jalur laut dari Jepara atau Semarang. 

Kehadiran kembali jalur udara dinilai bakal membuka akses lebih luas, apalagi dengan adanya terminal baru di Bandara Dewadaru yang kini siap difungsikan.

Tak hanya menyiapkan infrastruktur penerbangan, panitia KISA juga menyewa bandara untuk kegiatan skydiving selama setahun ke depan. 

Menurut Kurniawan, dari sisi teknis dan keamanan, fasilitas yang ada sudah mendukung. 

Termasuk kesiapsiagaan tenaga medis, armada ambulans, hingga skenario evakuasi udara jika terjadi keadaan darurat.

Chairman KISA, Capt Muhammad Hariri, menyebut kegiatan ini baru permulaan. Ia memastikan bahwa Karimunjawa bakal terus jadi lokasi agenda rutin skydiving sepanjang tahun, termasuk rencana mendirikan pusat pelatihan skydiving untuk pemula dan profesional.

"Karimunjawa sudah punya modal besar, dari fasilitas bandara sampai pemandangan pulau dan pantai yang luar biasa. Sekarang tinggal bagaimana kita ekspose ke dunia," ujarnya.

Adapun Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pun menyambut positif geliat ini. Menurutnya, langkah membuka kembali jalur udara perintis sejalan dengan misi pariwisata Jateng untuk menembus pasar internasional.

Dengan penerbangan dari Bali–Yogyakarta–Karimunjawa dan sebaliknya, diharapkan wisatawan bisa lebih mudah menjangkau surga kecil di utara Jawa itu tidak hanya untuk menyelam atau snorkeling, tapi juga merasakan sensasi terjun bebas dari ketinggian 12.000 kaki.

Baca juga: Lonjakan Penumpang di Stasiun Purwokerto Capai 12.391 Orang, Naik 10 Persen saat Libur Waisak

Baca juga: Polresta Cilacap Amankan 46 Pelaku Premanisme dan Miras dalam Patroli Gabungan Skala Besar

Baca juga: Pantai Kemiren Cilacap, Wisata Mirip Ancol yang Jadi Favorit Ribuan Pengunjung Saat Liburan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved