Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Pekalongan

Lahan Eks Rob di Pekalongan Dipanen Perdana, Padi Biosalin Jadi Harapan Baru Petani

Setelah lebih dari satu dekade terbengkalai akibat banjir rob, lahan pertanian di wilayah Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara

indra dwi purnomo
PANEN PADI - Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi bersama forkopimda Kota Pekalongan saat perdana padi varietas Biosalin hasil dari program revitalisasi lahan eks rob yang digarap bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kota Pekalongan, dan TNI Angkatan Darat, di wilayah Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, akhirnya kembali produktif, Rabu (14/5/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Setelah lebih dari satu dekade terbengkalai akibat banjir rob, lahan pertanian di wilayah Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, akhirnya kembali produktif. Rabu (14/5/2025), dilakukan panen perdana padi varietas Biosalin hasil dari program revitalisasi lahan eks rob yang digarap bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kota Pekalongan, dan TNI Angkatan Darat.

Panen ini menjadi momen bersejarah, karena padi berhasil tumbuh di lahan yang sebelumnya tidak dapat ditanami akibat kadar salinitas tinggi.

"Alhamdulillah, dengan pembangunan infrastruktur seperti tanggul dan bendung gerak, serta kerja sama berbagai pihak, lahan yang semula mati kini bisa ditanami kembali."

"Ini adalah hasil kerja keras bersama," ujar Mayjen TNI Deddy Suryadi.

Ia menekankan, pentingnya perbaikan unsur hara tanah agar hasil panen lebih optimal dan menargetkan serapan gabah dapat dilakukan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Mas Aaf, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam menghidupkan kembali lahan tidur di kawasan pesisir yang selama ini terdampak rob.

"Dari yang awalnya hanya demplot 1,5 hektare, kini sudah berkembang menjadi 33 hektare, bahkan berpotensi mencapai 95 hektare pada musim tanam berikutnya. Ini luar biasa," ucapnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menambahkan bahwa jika panen ketiga nanti berjalan lancar, petani bisa mulai menanam varietas padi lain.

"Keberhasilan ini berkontribusi besar terhadap stabilisasi suplai beras nasional dan pengendalian inflasi," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Klidungan Degayu, Ahmad Solikhin, mengungkapkan perjuangan panjang mereka dalam menghadapi rob selama bertahun-tahun.

"Awalnya kami putus asa. Rob merusak alat pertanian kami. Tapi dengan bantuan dari BI, Kodim, Dinperpa, dan berbagai pihak, kini kami bisa panen hingga 7 ton per hektare," ujarnya. (Dro)

Baca juga: DPUPR Mulai Perbaiki Jalan Longsor di Area Jembatan Kalirejo Blora

Baca juga: PKL Ancam Satpol PP Pakai Sabit, Polisi Tangkap Pelaku di Rumahnya

Baca juga: CKG Digandrungi Warga Semarang, Juwarni: Dari Pada Priksa di Apotik Harus Bayar

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved