Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Santri Hanyut di Sungai Serayu Wonosobo Ditemukan Tewas Tersangkut di Batu

Santri 15 tahun asal Magelang ditemukan tewas tersangkut di batu Sungai Serayu Wonosobo setelah dua hari pencarian oleh tim SAR gabungan.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Catur waskito Edy
ist. BPBD Wonosobo
ORANG HANYUT - Jasad remaja MRS (15) yang hanyut di Sungai Serayu akhirnya ditemukan di sekitar jembatan merah Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Rabu (21/5/2025). Korban ditemukan di hari kedua pencarian. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO -- Pencarian seorang santri asal Magelang yang hanyut di Sungai Serayu, Wonosobo, akhirnya membuahkan hasil.

Remaja berusia 15 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, dengan posisi tubuh tersangkut di batu sungai sejauh 2,5 kilometer dari lokasi awal hanyut.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (20/5/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban berinisial MRS (15), warga Kauman, Kecamatan Magelang, Kota Magelang, diketahui sedang mandi dan bermain air bersama temannya di bawah jembatan gantung yang dilintasi aliran Sungai Serayu.

Korban yang merupakan santri MTs Ma'arif Sojokerto, Leksono, Wonosobo, diduga tidak bisa berenang sehingga terbawa derasnya arus sungai. Sementara temannya berhasil menyelamatkan diri.

"Korban berstatus santri di MTs Ma'arif Sojokerto, Kecamatan Leksono. Ia hanyut saat mandi bersama temannya di bawah jembatan gantung," ujar Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Dudy Wardoyo.

Setelah menerima laporan, tim BPBD Wonosobo segera mengerahkan tiga tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan pencarian sepanjang aliran Sungai Serayu.

Namun pada hari pertama pencarian, tim belum berhasil menemukan korban karena kondisi arus yang deras dan air yang keruh.

“Hari pertama pencarian dilakukan hingga pukul 16.00 WIB, namun korban tak kunjung ditemukan,” jelas Dudy.

Pencarian dilanjutkan pada Rabu pagi (21/5/2025). Sekitar pukul 07.45 WIB, jasad korban berhasil ditemukan tersangkut di batu sungai dekat jembatan merah Desa Selokromo, Kecamatan Leksono—sekitar 2,5 kilometer dari titik awal korban hanyut.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tersangkut di batu sungai,” tambah Dudy.

Pemeriksaan awal terhadap jasad korban dilakukan oleh Tim Inafis Polres Wonosobo. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan kriminal.

“Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga juga menolak autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan jenazah,” ungkap Aipda Nanang DP Wibowo, Kasubsi Penjas Sie Humas Polres Wonosobo.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum bisa berenang.

Sungai Serayu dikenal memiliki arus yang deras dan tidak bisa diprediksi, terutama saat musim hujan atau setelah hujan deras.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved