Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi

Bahan Bakar Baru Digencarkan, Akademisi Ungkap Keunggulan Teknis Biofuel

Penggunaan bahan bakar ramah minyak (BBM) ramah lingkungan menjadi solusi masa depan menjaga bumi tetap lestari.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
istimewa
PENGISIAN BBM - Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Patemon. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan bahan bakar ramah minyak (BBM) ramah lingkungan menjadi solusi masa depan menjaga bumi tetap lestari. Satu diantaranya tengah digalakkan bahan bakar nabati biofuel.

Akademisi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Prof Dwi Widjanarko mengatakan, biofuel ada dua macam yakni biofuel pada mesin diesel atau pengganti solar dan biofuel yang digunakan pada mesin bensin.

Secara struktur kimia, bahan bakar yang berasal dari tumbuhan di dalamnya mengandung unsur oksigen yang terintegrasi dalam unsur atom. 

Pada proses pembakaran, kandungan oksigen tersebut sudah bisa mendukung proses penbakaran. Sehingga, proses pembakaran biofuel lebih sempurna.

"Biofuel ini lebih sempurna pembakarannya. Sehingga, emisi gas buang akan lebih bersih dibandingkan BBM dari fosil. Gas buang lebih bersih karena mengandung oksigen yang sangat membantu pembakarannya," terang Prof Dwi, Senin (26/5/2025).

Dia menjelaskan, penggunaan biofuel untuk kendaraan tidak perlu modifikasi mesin secara khusus. Hanya saja, pada mobil tertentu yang memiliki sistem bahan bakar mengandung logam korosif perlu penanganan khusus yakni sistem bahan bakar yang tahan karat.

Kendati demikian, penggunaan biofuel untuk kendaraan aman selama persentasenya tidak terlalu banyak. Mengingat, teknologi kendaraan saat ini masih fokus pada BBM fosil.

"Bioetanol lebih ke kandungan air. Secara teknis pembakaran tidak masalah, selama tidak berlebihan," katanya.

Senada, Kepala Inovasi dan Hilirisasi LPPM Universitas Dian Nuswantoro, Prof Kusmiyati mengatakan, biofuel seperti biodiesel dan bioetanol memiliki karakteristik pembakaran yang lebih baik dibandingkan bahan bakar fosil. Bioetanol memiliki angka oktan tinggi yang membuat pembakaran lebih sempurna dan efisien, sehingga tenaga yang dihasilkan kendaraan lebih optimal.

"Bioetanol memiliki angka oktan tinggi hingga 108, lebih tinggi dibandingkan premium atau bensin biasa RON sekitar 88-9. Hal ini memungkinkan pembakaran lebih sempurna, performa mesin lebih baik, dan mencegah knocking atau detonasi," jelas Kusmiyati.

Karena angka oktannya tinggi, lanjut dia, bioetanol lebih tahan terhadap detonasi dini. Hal ini menciptakan pembakaran yang lebih terkendali, efisien, dan menghasilkan tenaga lebih tinggi serta emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon yang lebih rendah.

"Manfaat utama dari proses pembakaran ini adalah peningkatan efisiensi bahan bakar, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemeliharaan mesin kendaraan yang lebih baik dalam jangka panjang," urainya.
 
Dia memaparkan, biofuel dalam bentuk campuran, misalnya E10 atau E20 untuk bioetanol, bisa langsung digunakan pada mesin kendaraan tanpa modifikasi.

Tetapi, untuk penggunaan bahan bakar dengan konsentrasi biofuel tinggi, misalnya bioetanol E85 atau biodiesel B100, biasanya diperlukan sedikit modifikasi pada mesin seperti penyesuaian pada sistem bahan bakar dan material seal yang tahan terhadap alkohol atau ester dalam biofuel.

"Biofuel dalam campuran yang moderat sudah terbukti aman dan cocok digunakan pada mesin kendaraan di Indonesia saat ini," ujarnya.


Menurutnya, mesin-mesin kendaraan modern umumnya sudah dirancang untuk bisa menggunakan biofuel dengan campuran tertentu. Namun, untuk biofuel dengan konsentrasi tinggi, perlu diperhatikan kesesuaian spesifikasi mesin kendaraan terhadap bahan bakar tersebut agar kinerja mesin optimal dan aman.

"Biofuel secara teknis memberikan manfaat signifikan dalam efisiensi bahan bakar, performa mesin, keamanan penggunaan, dan kompatibilitas dengan mesin kendaraan modern di Indonesia, sepanjang penggunaannya sesuai dengan rekomendasi teknis dan regulasi yang berlaku," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved