Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olah Raga

POPDA Jawa Tengah 2025: Wushu Menghadapi Tantangan

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) SD dan SMP/sederajat tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 telah berakhir.

Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ F Ariel Setiaputra
Suasana jalannya pertandingan wushu pada Popda Jateng 2024 di GOR Manunggal Jati Semarang, Rabu (6/11/2024).   

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) SD dan SMP/sederajat tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 telah berakhir, namun menyisahkan catatan yang menarik khususnya dalam cabang olahraga Wushu, terdapat beberapa nomor yang pesertanya kurang dari lima.

Wushu mempertandingkan delapan nomor dalam POPDA Jawa Tengah 2025. Namun, ada tiga nomor yang pesertanya kurang dari lima, yaitu Taolu Daoshu+Gunshu Putra, Taolu Jianshu+Qiangshu Putri, dan Taolu Taijiquan+Taijijian Putra.

Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng, Suci Baskorowati mengatakan, Wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat potensial di Jawa Tengah, bahkan menjadi peraih medali emas terbanyak di PON. Oleh karena itu, kurangnya partisipasi dalam beberapa nomor Wushu menjadi perhatian bagi pihak terkait.

Pihak terkait perlu meningkatkan partisipasi dan minat atlet muda untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga Wushu. Dengan demikian, Wushu dapat terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Jawa Tengah.

Wushu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Jawa Tengah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan prestasi dan partisipasi atlet muda dalam cabang olahraga ini.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pengprov Wushu Indonesia Jawa Tengah, Mochamad Zaenuri mengatakan, pengembangan Wushu di Jawa Tengah menghadapi beberapa kendala, terutama dalam kategori Taolu. Meskipun Wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat potensial di Jawa Tengah, namun penyebaran di kategori Taolu masih belum merata di seluruh kabupaten/kota. Berbeda halnya dengan kategori Sanda.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pelatih Taolu. Pelatih Taolu harus memiliki kemampuan khusus, yaitu tahu dan hafal jurus Wushu, sehingga sangat sulit untuk menjadi pelatih Taolu. Selain itu, biaya untuk mendatangkan pelatih Taolu juga sangat besar. Untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas pelatih Taolu, perlu dilakukan regenerasi pelatih. Salah satu cara adalah dengan memanfaatkan atlet senior yang sudah berpengalaman sebagai pelatih Taolu. Dengan demikian, mereka dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada atlet muda. Mereka juga harus bersedia melatih di luar Kab/kota asal agar terjadi pemerataan.

Beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah yang aktif dalam pengembangan Wushu adalah Kota dan Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Surakarta. Namun, masih ada beberapa kabupaten/kota lain yang belum maksimal dalam pengembangan Wushu, seperti Temanggung, Magelang, Blora, Rembang, dan Banyumas.

Untuk meningkatkan kualitas Wushu di Jawa Tengah, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelatih dan atlet. Dengan demikian, Wushu dapat terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Jawa Tengah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved