Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Menyulam Spirit Kemanusiaan dalam Ibadah Haji di Tanah Suci

Berikut ini opini Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purwokerto.

Tayang:
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purwokerto. (Dok) 

Menyulam Spirit Kemanusiaan dalam Ibadah Haji di Tanah Suci

Oleh Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purwokerto

TRIBUNJATENG.COM - Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul di Tanah Suci dalam satu momen yang agung: ibadah haji.

Namun lebih dari sekadar ritual keagamaan, haji sejatinya merupakan peristiwa perjumpaan spiritual dan kultural umat Islam sedunia. 

Sebuah muktamar global tahunan di mana delegasi-delegasi muslim dari berbagai bangsa hadir sebagai dluyuufurrahmaan—tamu-tamu Allah.

Peristiwa haji adalah panggilan ilahi yang melampaui batas-batas geografis, bahasa, budaya, dan politik. 

Dalam satu titik ruang dan waktu yang sama, umat Islam hadir dengan tujuan yang satu: beribadah kepada Allah. Namun tak hanya itu, haji juga menjadi simbol kuat persatuan, solidaritas, dan cinta kemanusiaan global.

Di tengah dunia yang kian dilanda konflik—mulai dari perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga peperangan yang membawa derita kemanusiaan—kehadiran haji menjadi pesan penting.

Bahwa Islam, melalui ibadah haji, hadir sebagai kekuatan pemersatu. Menjadi perekat di tengah dinamika perbedaan dan pertentangan global.

Momentum haji adalah pengingat bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirayakan dalam bingkai persamaan nilai dan tujuan.

Dalam balutan pakaian ihram yang seragam, setiap jamaah haji melepas identitas duniawinya: tak ada perbedaan kasta, pangkat, ataupun status sosial.

Semua setara di hadapan Allah, berjalan dalam satu arah, menempuh serangkaian ritual yang sama. Sebuah simbol konkret dari kesatuan umat manusia.

Dari peristiwa haji inilah seharusnya lahir spirit baru: bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin—membawa rahmat bagi seluruh alam.

Para jamaah haji hendaknya membawa pulang bukan hanya oleh-oleh dari Tanah Suci, tetapi juga semangat untuk menebarkan cinta, perdamaian, dan solidaritas kepada seluruh umat manusia.

Perayaan Idul Adha pun menjadi ruang penting untuk merefleksikan pesan-pesan haji. Kurban yang dilaksanakan tidak hanya ritual simbolik, tapi juga bentuk penguatan ibadah sosial, kepedulian terhadap sesama, serta penegasan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved