Berita Regional
3 Kades Murung Dijebloskan ke Penjara, Korupsi Dana Desa Rp 2 Miliar Lebih
Tiga kepala desa (kades) di dua kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur melakukan tindak pidana korupsi dana desa.
TRIBUNJATENG.COM – Tiga kepala desa (kades) di dua kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur melakukan tindak pidana korupsi dana desa.
Akibatnya, kerugian negara atas dua kasus korupsi itu mencapai Rp 2 miliar lebih.
Kades Kesesi Pekalongan JI, Kades Kertosari Kendal Jawa Tengah berinisial W dan Kades Gemarang Jawa Timur Suprapti pun tampak murung harus mendekam di penjara selama 20 hari ke depan.
Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia: Dana Desa Bukan Warisan, Jangan Main-Main dengan Uang Rakyat
Bu kades ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) gara-gara Korupsi Dana Desa senilai Rp 1 Miliar.
Dana Desa dipakai untuk membangun kolam renang namun hingga kini kolam renang tersebut tidak bisa dipakai untuk berenang.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Madiun, Inal Sainal Saiful, membeberkan pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.
Bahkan hingga kini, kolam renang yang dibangun di Dusun Mundu, Desa/Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun itu belum bisa difungsikan.
“Fasilitas yang dibangun tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Ini menunjukkan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan teknis maupun pertanggungjawaban keuangan proyek,” jelas Inal.
Kejari Kabupaten Madiun resmi menetapkan Suprapti, mantan Kepala Desa Gemarang, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan kolam renang di wilayahnya.
Proyek yang seharusnya menjadi fasilitas umum itu justru menimbulkan kerugian negara hingga Rp1 miliar.
Penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyidikan mendalam yang berlangsung selama sekitar empat jam di Kantor Kejari Madiun, Kamis (12/6/2026).
Tersangka kemudian langsung ditahan dan digiring ke Rumah Tahanan Negara dengan pengawalan ketat dari petugas. Saat itu, Suprapti terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Oktario Hartawan Achmad, proyek pembangunan kolam renang tersebut dibiayai dari berbagai sumber anggaran desa dalam kurun waktu 2018 hingga 2021.
Rinciannya meliputi Dana Desa tahun 2018 dan 2019, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2020, serta Dana Desa dan BKK Dana Desa tahun 2021.
| Ibu Rumah Tangga Tewas dengan 34 Luka Tusukan, Pelaku Pembunuhan Ternyata Teman Anaknya |
|
|---|
| Pelatih Valencia dan Anaknya Belum Ditemukan, Istri Menangis Peluk Gubernur NTT: Please Help |
|
|---|
| Hendri Tewas Terjebak Kebakaran Toko Material, Arif Terluka saat Coba Selamatkan Motor |
|
|---|
| 16 Penghuni Tewas, Panti Werda Damai Terbakar: Mukjizat itu Nyata |
|
|---|
| 3 Alasan AL Siswi SD Bunuh Ibu Kandung : Game Online Dihapus Hingga Diancam Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250613_3-Kades-Korupsi-Dana-Desa.jpg)