Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Talkshow Koperasi Desa Merah Putih

Spirit Koperasi Merah Putih Warisan Pemikiran Kakek Prabowo di Banyumas

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono menjadi pembicara utama pada acara Relaunching TribunBanyumas dan Talk Show Tribute to Margono Djo

Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
BEBERKAN PROGRAM - Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono menjelaskan sejumlah program dan tujuan dibentuknya Koperasi Merah Putih, Kamis (19/6/2025). Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono dalam acara Relaunching Tribun Banyumas dan Talk Show Tribute to Margono Djojohadikusumo di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono menjadi pembicara utama pada acara Relaunching TribunBanyumas dan Talk Show Tribute to Margono Djojohadikusumo, Menyambut Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Raya dalam Membangun Ekonomi Kerakyatandi Banyumas di Auditorium Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kamis sore(19/6/2025).

Wamenkop mengangkat arti penting Banyumas dalam sejarah ekonomi kerakyatan Indonesia. 

Sebab dari tanah ini, lahir sang Begawan ekonomi sekaligus kakek Presiden Prabowo, Raden Mas Margono Djojohadikusumo. 

Baca juga: Lima Koperasi Hebat Banyumas Raya Sabet Penghargaan, Dari Desa untuk Dunia

Margono bukan hanya dikenal sebagai tokoh pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang menggantikan peran bank sentral kolonial,Tahun 1946. 

Ia juga disebut pelopor koperasi karena keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan.

 “Margono Djojohadikusumo, pencetus sistem ekonomi Pancasila dan pelopor pembangunan desa berbasis koperasi,” ujar Ferry, Kamis(13/6/2024).

Menurut dia, pemikiran Margono tentang ekonomi pedesaan yang inklusif masih sangat relevan diterapkan saat ini. 

Konsep demokrasi ekonomi ala sang tokoh dituangkan dalam sistem koperasi, yang kini kembali digalakkan Prabowo lewat program Koperasi Merah Putih.

FOTO BERSAMA - Wamenkop Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama perwakilan 5 koperasi di wilayah Banyumas Raya berfoto bersama dalam Relaunching Tribun Banyumas dan Talk Show Tribute to Margono Djojohadikusumo: Menyambut Koperasi Merah Putih di Banyumas Raya, yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kamis (19/6/2025). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)
FOTO BERSAMA - Wamenkop Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama perwakilan 5 koperasi di wilayah Banyumas Raya berfoto bersama dalam Relaunching Tribun Banyumas dan Talk Show Tribute to Margono Djojohadikusumo: Menyambut Koperasi Merah Putih di Banyumas Raya, yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kamis (19/6/2025). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

“Di desa, wadah paling tepat untuk menjalankan demokrasi ekonomi adalah koperasi. 

Itu yang dulu diperjuangkan PakMargono, dan sekarang dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Di sisi lain Ferry membawa kabar baik bahwa sampai hariini sudah terbentuk 80 ribu koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung keberhasilan program itu, pemerintah melibatkan 18 kementerian dan lembaga, serta menggandeng seluruh kepala daerah untuk mendorong koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa.

“80 ribu kopdes merah putih sudah terbentuk. Rencananya akan diumumkan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Juli mendatang,”tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar UMP Prof. Dr. Sugeng Priyadi mengapresiasi langkah Presiden Prabowo membentuk Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa di Indonesia.

Meski ia mengakui tantangan pendirian koperasi di era kini cukup berat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved