Berita Semarang
Ngafe Rasa Warteg: Sensasi Unik di Tripplefeeling Semarang
Kafe ini menawarkan konsep hybrid yang menggabungkan suasana ngopi santai dengan cita rasa rumahan melalui menu nasi rames ala warteg.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah maraknya kafe modern yang berlomba menyajikan menu kekinian ala Barat, Tripplefeeling Coffee and Eatery justru mengambil jalur berbeda.
Berada di kawasan dekat kampus dan perkantoran Kota Semarang, kafe ini menawarkan konsep hybrid yang menggabungkan suasana ngopi santai dengan cita rasa rumahan melalui menu nasi rames ala warteg.
Tampak menu nasi rames disajikan dengan pilihan lauk berupa telur balado, ayam goreng, hingga ikan pindang. Tak ketinggalan, dilengkapi pula sayur.
Baca juga: Asem-Asem Demak, Kuliner Legendaris Sejak 1963 yang Wajib Dicicipi di Rumah Makan Rahayu
"Menunya ganti-ganti tiap hari, biar pelanggan nggak bosan," kata front man Tripplefeeling, Kaleb baru-baru ini.
Tripplefeeling Coffee and Eatery buka mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Kaleb menjelaskan, kafe kecil di Jalan Imam Bonjol nomor 212 itu awalnya hanya menjual kopi dan nonkopi seperti kafe pada umumnya.
Namun, ide unik pun muncul dari obrolan dengan para pelanggan.
"Di sekitar sini kan banyak kantor dan kampus. Banyak yang request, ‘bisa nggak disediain menu kayak ramesan?’ Akhirnya kami coba, ternyata ramai juga," jelasnya mengingat.
Cafe tersebut, saat ini punya dua wajah berbeda dalam sehari. Pagi hingga sore, berubah jadi tempat makan siang yang menjadi daya tarik pegawai dan mahasiswa.
"Harga mulai Rp 13 ribu.
Walau murah, nggak murahan," ungkapnya.
Sementara malam harinya, Tripplefeeling menyuguhkan kopi, es krim, snack, dan ruang santai ber-AC dilengkapi dengan Wi-Fi.
Tempat ini pun kerap jadi lokasi nongkrong mahasiswa atau pekerja lepas.
Minuman kopi dan nonkopi dijual mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.
Sementara snack, dijual dengan harga mulai Rp 7 ribu hingga 20 ribu.
| Nasib 29 PKL Gajah Raya Masih Menggantung, Pemkot Semarang Tawarkan Opsi Relokasi ke Pasar Johar |
|
|---|
| Klub Sepatu Roda Kairos Semarang Borong 15 Emas di Ajang Internasional Pekanbaru |
|
|---|
| Sidang Kredit Sritex, Saksi Ahli: Turunnya Angka Fidusia Tanggung Jawab Debitur Nakal, Bukan Bank |
|
|---|
| Psikolog SCU: Pembatasan Medsos Anak Perlu, tapi Penguatan Kontrol Diri Lebih Penting |
|
|---|
| Viral Sopir Pengangkut Sampah DLH Kota Semarang Terobos Lampu Merah, Berakhir Kena Sanksi Permanen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250625_Tripplefeeling-di-Jalan-Imam-Bonjol.jpg)