Berita Jepara
Inilah Piweling Asyura, Perpaduan Islam dan Tradisi Jawa Menyambut Bulan Suro di Jepara
Warga RW 05 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara menyelenggarakan serangkaian kegiatan budaya dan keagamaan bertajuk Piweling Asyura.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H atau yang dikenal sebagai bulan Sura dalam tradisi Jawa, masyarakat di RW 05 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara menyelenggarakan serangkaian kegiatan budaya dan keagamaan bertajuk Piweling Asyura.
Ketua Panitia Piweling Asyura, Jamal menjelaskan, kegiatan ini bentuk akulturasi antara budaya Islam dan tradisi Jawa.
Menurutnya, peringatan bulan Sura sudah menjadi tradisi turun-temurun, baik di kalangan masyarakat Jawa beragama Islam maupun yang masih memegang kepercayaan kejawen (kapitayan).
Baca juga: Pendaftaran SPMB SMP Ditutup, 14 Sekolah di Jepara Masih Kurang Ratusan Peserta Didik
Baca juga: Pemkab Jepara Ingin Cetak Generasi Bangsa Baik Penuh Karakter Melalui Porseni Madrasah
"Panitia berharap masyarakat dapat memahami bahwa bulan Muharam atau Sura dalam istilah Jawa adalah bulan yang luar biasa."
"Hari ke-10 Asyura diperingati secara besar-besaran sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya," kata Jamal, Kamis (26/6/2025) malam.
Dia menambahkan, tradisi kenduri atau selamatan yang hampir dilakukan di tiap rumah, baik oleh umat Islam maupun penghayat kepercayaan menunjukkan adanya kesamaan nilai dalam menghormati bulan Sura.
Pengatur Piweling Asyura, Raisul Hakim memaparkan empat agenda utama yang digelar panitia untuk mengisi bulan Sura dengan semangat kebersamaan, spiritualitas, dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Salah satunya Kenduri Mapak Sura.
Acara ini digelar pada 1 Sura atau Kamis (26/6/2025) pukul 19.00 di RW 05 Jambu Timur.
Kegiatan ini berupa tirakatan malam yang terinspirasi dari ajaran para Walisongo.
Seperti pesan Sunan Drajat tentang kepedulian terhadap sesama 'Menehono mangan marang wong kang luwe' serta ajaran Pager Mangkok dari Sunan Muria.
"Kami ingin masyarakat memahami makna spiritual dan sosial dari ajaran para Wali serta menyambut bulan Sura penuh berkah dan kebersamaan," ujar Roisul.
Ziarah Dateng Pepunden yaitu ziarah ke makam-makam para sesepuh desa akan dilakukan pada 9 Sura atau Sabtu (5/7/2025) pukul 14.30.
Rute ziarah ke beberapa makam di Desa Jambu Timur dan desa-desa sekitar seperti Desa Kawak, Jambu, dan Selagi.
Baca juga: Desa Lebak Resmi Wakili Jepara di Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025
Baca juga: Kemenkum Jateng Dorong Pelestarian Budaya dan Daya Saing Lokal Indikasi Geografis Ukir Jepara
"Ziarah ini bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati tokoh agama dan sosial yang berjasa bagi lingkungan," ujarnya.
Jepara
Sura
Piweling Asyura
Tradisi Suro Warga Jepara
Raisul Hakim
feature
tribun jateng
tribunjateng.com
| Satu Siswa Opname di Puskesmas Pecangaan Jepara, Diduga Keracunan Mie Goreng Kemasan |
|
|---|
| Dari Bambu Menjadi Beton, Sejarah Jembatan Pendosawalan - Banyuputih Jepara Harapan Baru Masyarakat |
|
|---|
| Detik-detik Percikan Las Menghanguskan Mimpi Ekspor Mebel PT Pijar Sukma di Jepara |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Gudang Mebel PT Pijar Sukma Jepara Terbakar Hebat, Ledakan Terdengar Berkali-kali! |
|
|---|
| 6 Sumur Baru Air Bersih Bakal Dibangun pada 2026 di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250627-_-Piweling-Asyura-Warga-Desa-Jambu-Timur-Jepara.jpg)