Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Refleksi Tahun Baru Hijriyah: Hijrah dan Harakah sebagai Spirit Perubahan dan Pergerakan Umat

Refleksi Tahun Baru Hijriyah: Hijrah dan Harakah sebagai Spirit Perubahan

Tayang:
Editor: Editor Bisnis
Ist
Refleksi tahun baru hijriyah oleh Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag. Rektor UIN Saizu Purwokerto 

Narasi historis ini memberi pesan bahwa cita-cita besar haruslah ditopang oleh besarnya gerakan yang diorkrestasi oleh seorang leader hebat Sang Nabi dan semua elemen masyarakat lintas generasi, jenis kelamin, bahkan lintas agama terlibat dalam satu visi yang sama. 

Demikian juga jalur lintasan perjalanan menuju Yasrib juga bukan jalur yang biasa dilalui oleh orang, tetapi jalur alternatif. Hal ini juga perlu dimaknai bahwa kesuksesan juga lahir dari gagasan yang tidak linier dan tunggal tetapi perlu opsi-opsi yang kreatif dan anti mainstream.

Narasi sejarah bagaimana alur hijrahnya Nabi memberikan makna dan pesan yang sungguh agung untuk pencapaian rencana dan cita-cita besar. Begitulah membangun sebuah Peradaban baru.

Tanpa adanya visi yang sama, kerjasama sinergis semua kalangan yang tua, muda, laki-laki perempuan, muslim dan non muslim, maka perjuangan tidak akan berhasil.

Kebersamaan, kerjasama dan sama -sama kerja dalam satu cita-cita adalah kunci sebuah kesuksesan membangun peradaban.

Aktivisme dan Dinamisme

Hijrah hakikatnya merupakan sebuah semangat untuk melakukan perubahan (transformation). Manusia yang “berpindah”, diharapkan juga mengusung semangat “perubahan” menuju kehidupan yang semakin baik, indah, dan bermakna.

Hakikat hidup adalah selalu bergerak, berubah, dan dinamis. Untuk itu, siapa pun (khususnya umat Islam) yang ingin mewarisi semangat “hijrah” harus mempunyai gairah untuk terus mencari hal-hal yang baru, baik, dinamis, dan progresif dalam kehidupan dengan cara memelihara hal lama yang baik dan mencari hal baru yang lebih baik.

Mengutip kata-kata Cendekiawan Muslim Muhammad Iqbal, “Sekali berhenti, berarti mati.”  Iqbal mengajak manusia untuk terus-menerus aktif-dinamis mencari hal-hal baru yang segar, orisinal, dan inovatif. 

Jangan pernah berhenti berpikir, bergerak, dan mencari, karena di dalamnya ada semangat hidup. ***

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved