Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bupati Kudus Ingatkan Pendaki Gunung Muria Patuhi Aturan Pendakian

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengingatkan kepada para pengelola pendakian di Desa Rahtawu agar senantiasa mengecek jalur berikut sarana keamanannya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
CEK JALUR PENDAKIAN - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (kiri) menyapa pendaki di dekat pos pendakian Natas Angim di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (29/6/2025). Bupati kembali mengingatkan kepada para pendaki untuk senantiasai patuhi aturan-aturan pendakian. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau pos pendakian Gunung Muria di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (29/6/2025).

Peninjauan ini merupakan respons setelah adanya pendaki yang terjatuh dan meninggal saat melintas di jalur ekstrem Natas Angin Gunung Muria.

Sam’ani meninjau di dua pos pendakian yakni di pos pendakian menuju Puncak Natas Angin dan Pos Pendakian menuju Puncak 29.

Baca juga: Kejurnas Panahan Junior di Kudus Dinilai Jadi Kejuaraan Terbesar

Baca juga: SPMB SMP Online di Kudus Resmi Ditutup, 3 Sekolah Tak Berhasil Penuhi Kuota

Dalam kesempatan itu, Sam’ani Intakoris menemui pengelola jalur pendakian sekaligus para pendaki.

Sam’ani Intakoris menyapa para pendaki dan mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian.

Termasuk di dalamnya memperhatikan perlengkapan berikut barang bawaan saat mendaki puncak.

Agar tidak terjadi kejadian serupa, Sam’ani mengingatkan kepada para pengelola pendakian di Desa Rahtawu agar senantiasa mengecek jalur berikut sarana keamanannya.

Dengan begitu, kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Pendaki sebaiknya memperhatikan batas usia dan kondisi fisik."

"Jalur Naga Natas Angin sangat ekstrem dan perlu persiapan khusus serta pendampingan,” kata Sam’ani Intakoris.

Sam’ani juga mengusulkan adanya penambahan fasilitas pendukung, misalnya papan peringatan, pos pengawasan, bila perlu gelang GPS sebagai alat bantu apabila terjadi kasus pendaki tersesat agar mempercepat proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR.

Pendaki, Nuri Putri asal Demak menyebut, saat mendaki mendapatkan peringatan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian oleh petugas pos pendakian.

Kemudian, gadis 16 tahun ini juga diingatkan akan pentingnya membawa turun kembali sampah yang dia bawa.

“Saya berangkat pukul 05.00, sampai Pos 6 sekira pukul 08.00,” kata Nuri yang mendaki bersama kawannya, Alayna.

Baca juga: Pemkab Luncurkan Aplikasi Kudus Sehat, Semua Pelayanan Bisa Diakses dari Genggaman

Baca juga: 50 Atlet Muda Kudus Siap Gebrak Lintasan Pati: Bukan Medali, Tapi Jam Terbang yang Dicari!

Sementara itu penjaga pos pendakian Natas Angin, Stefanus Suryano mengatakan, untuk mencapai puncak Natas Angin sampai saat ini masih ditutup. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved