Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Untag Semarang Bersama KPK Gelar Seminar Nasional Antikorupsi

Untag Semarang menggelar seminar nasional bertemakan "Sinergitas Antara Perguruan Tinggi, KPK, dan Pemerintah Daerah dalam Pendidikan Antikorupsi".

Tayang:
TRIBUN JATENG/ISTIMEWA
SEMINAR: Gelar seminar antikorupsi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang hadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. (TRIBUN JATENG/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menggelar seminar nasional bertemakan "Sinergitas Antara Perguruan Tinggi, KPK, dan Pemerintah Daerah dalam Pendidikan Antikorupsi". 

Seminar ini  menghadirkan keynote speaker Dr. Fitroh Rochachyanto, SH.,MH, yang merupakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Seminar berlangsung di Gedung Graha Kebangsaan Untag Semarang, Jl. Pawiyatan Luhur Bendan Duwur, Semarang, Sabtu, 5 Juli 2025.

Baca juga: Banyak Sarjana Jadi Korban TPPO, Menteri P2MI Cegah dengan Migrant Center Pertama di Undip

Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparno, M.Si, mengatakan, seminar ini menjadi salah satu langkah nyata dari Untag Semarang untuk berperan aktif dalam memperkuat pendidikan antikorupsi, sekaligus memberikan kontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas. 

"Melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan masyarakat, kami percaya bahwa Indonesia bisa mencapai tujuan tersebut. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pemberantasan korupsi di tingkat daerah," ujarnya. 

Acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat sinergitas antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi

Dalam sambutannya, Dr. Fitroh menekankan bahwa KPK tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap praktik korupsi, tetapi juga melibatkan dua aspek lainnya, yaitu pencegahan dan yang terpenting adalah pendidikan masyarakat mengenai anti-korupsi. 

"Pendidikan tentang nilai-nilai kejujuran dan integritas harus dimulai sejak dini, terutama di perguruan tinggi, yang sejatinya adalah tempat yang hidup untuk menanamkan nilai-nilai tersebut," ujarnya.

Dr. Fitroh menyoroti fakta memprihatinkan yang terjadi di dunia pendidikan, dimana sejak tahun 2020 hingga sekarang, tercatat sudah 30 perkara korupsi yang melibatkan sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya memasukkan kurikulum tentang anti-korupsi dalam pendidikan tinggi, agar para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana menghadapi dan mencegah perilaku korupsi.

Selain itu, Dr. Fitroh juga mengajak universitas untuk mengembangkan pendekatan progresif dalam mengajarkan hukum, terutama di bidang hukum yang berhubungan dengan etika dan moralitas. 

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal bagaimana kita memperkuat karakter dan integritas mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Seminar ini juga membahas pentingnya keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dari para pejabat dan pemimpin di daerah. 

"Perilaku korupsi tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi esensinya dapat tersembunyi dalam sistem yang ada. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemimpin untuk memberikan teladan yang baik agar bawahannya tidak terjerumus ke dalam perilaku korup," jelas Dr. Fitroh.

Sebagai penutup, Dr. Fitroh berharap bahwa seminar ini dapat memperkuat sinergitas antara perguruan tinggi, pemerintah, dan KPK dalam menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari korupsi. "Mari bersama-sama kita bangun sistem yang adil dan bebas dari korupsi untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Untag Semarang dengan beberapa Bupati Se-Jawa Tengah, sebagai upaya meningkatkan kolaborasi dalam memberantas korupsi dan memperkuat pendidikan anti-korupsi di Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kudus, Blora, Pati, Kabupaten Tegal, Brebes, Pekalongan, Kendal, dan Jepara. (arl)

Baca juga: Unnes Satu-satunya Universitas di Jateng yang Punya Prodi Kedokteran Hewan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved