Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Misteri Hilangnya Daffa Siswa SMKN 3 Tegal saat PKL di Laut, Izin Ke Belakang Tak Kembali

Hilangnya Mochamad Daffa Sanjaya (17), siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL), di Laut Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, masih menjadi teka-teki.

DOKUMENTASI SMK NEGERI 3 TEGAL
HILANG SAAT PKL - Foto Mochamad Daffa Sanjaya, siswa SMK Negeri 3 Tegal yang hilang saat mengikuti PKL di KM Mekar Sari. Dia dikabarkan hilang di Perairan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 23 Juni 2025. Hingga saat ini belum ada kejelasan nasib siswa dari Sutanto dan Noris ini. (DOKUMENTASI SMK NEGERI 3 TEGAL) 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Hilangnya Mochamad Daffa Sanjaya (17), siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL), di Laut Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Senin 23 Juni 2025 lalu masih menjadi teka-teki.

Daffa yang merupakan siswa SMK Negeri Tegal itu tiba-tiba menghilang secara misterius dari Kapal Pursein Frizer KM Mekar Sari.

Pencarian sudah berlangsung selama 15 hari, namun belum ditemukan apa-apa.

Baca juga: Sosok Daffa Siswa SMK Negeri 3 Tegal, 23 Juni Hilang di Perairan Sumenep, Orangtua Tak Ada Firasat

Orangtua Daffa, Sutanto (50) dan Noris Sumirah (46) warga RT 05 RW 07 Kelurahan Panggung, Kota Tegal, hingga kini masih berharap anaknya dapat ditemukan dengan selamat. 

Guru sekaligus Ketua Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMKN 3 Tegal, Rokham menceritakan, kesaksian siswa lain yang berada satu kapal dengan Daffa.

20250708_SMKN 3 Tegal Rokham
GURU PEMBIMBING - Ketua Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMKN 3 Tegal, Rokham saat menceritakan kesaksian hilangnya Mochamad Daffa Sanjaya di Laut Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Senin 23 Juni 2025, lalu. (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad)

Rokham mengatakan, Daffa melaksanakan PKL bersama 7 siswa lainnya di Kapal Pursein Frizer KM Mekar Sari dari Juwana, Kabupaten Pati.

Di kapal tersebut, total kru termasuk siswa PKL berjumlah sebanyak 30 orang. 

Selain siswa SMKN 3 Tegal, ada juga siswa PKL lain yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. 

"Jurusan NKPI yang diambil Daffa ini jurusan penangkapan ikan.

Cuman kalau nautika itu ada tambahan mempelajari tentang nakhoda," katanya kepada tribunjateng.com, Senin (7/7/2025).

Rokham mengatakan, informasi yang diterima dari nahkoda dan siswa lainnya, setelah operasi penangkapan ikan, mereka bersama-sama menarik jangkar.

Saat itu, Daffa masih ikut menarik jangkar.

Kapal lalu melaju lagi, siswa yang lainnya karena capek kemudian istirahat. 

"Daffa saat itu izin ke temannya ke belakang.

Dia bilang mau tongkrongan dulu di depan, tidak di kamar tapi di luar.

Informasinya seperti itu," ungkapnya menceritakan. 

Rokham mengatakan, saat kejadian tidak ada yang melihat Daffa, tahu-tahu sudah hilang.

Kru kapal dan siswa lainnya menyadari Daffa tidak ada saat jam makan setelah istirahat, pada pukul 10.00 WIB.

Ia memperkirakan jarak istirahat hingga makan sekira 4 jam.

"Saat makan bersama setelah istirahat, dicari sekapal tidak ada.

Kurang satu ABK, anak praktek," jelasnya. 

Rokham mengatakan, sudah 15 hari sejak kejadian, pencarian belum membuahkan hasil.

Tidak ada yang ditemukan, baik pakaian ataupun barang lainnya.

Sementara untuk baju dan barang lainnya seperti tas yang di kapal sudah dikembalikan semua ke orangtua Daffa.

Pemilik kapal pun sudah ke rumah orangtua Daffa untuk memberikan santunan uang tunai. 

"Kalau asuransi nanti akan dibantu pengurusannya oleh pemilik kapal.

Kami juga akan ikut mendampingi sampai selesai," ujarnya. 

Tidak Ada Masalah

Rokham mengatakan, dia sudah bertemu dengan ketujuh siswa lainnya yang PKL di Kapal Pursein Frizer KM Mekar Sari.

Dia menanyakan tentang kondisi di kapal dan hubungan dengan kru kapal lain.

Cerita dari teman-temannya Daffa, kondisi di kapal kondusif dan hubungan dengan kru kapal lain baik.

Termasuk komunikasi dan hubungan dengan siswa PKL dari Cirebon, Jawa Barat. 

"Tidak ada masalah apa-apa di kapal.

Kami sudah bertemu dengan tujuh anak yang lain, mereka menyampaikan kondusif," katanya. 

Menurut Rokham, saat ini para siswa berada di darat sesuai instruksi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI.

Mereka terpaksa melakukan praktek di darat.

Termasuk nakhoda dan kru kembali ke darat karena akan dilakukan rekontruksi dan pemeriksaan oleh Polairud. 

"Kalau untuk teman-temannya (red, siswa lain) sudah dilakukan pemeriksaan di Kantor Polairud Polresta Pati," ungkapnya. 

Rokham menjelaskan, para siswa yang mengikuti PKL juga sudah mendapatkan pembekalan dari sekolah, baik teknis maupun ketahanan di laut.

Lalu di Juwana, juga mendapatkan pelatihan dari Polairud dan dinas perikanan. 

"Jadi semua prosedur sudah dilewati, mulai latihan fisik, mental dan pembengkalan dari pihak terkait," jelasnya. (fba)

Baca juga: Dedy Yon Kunjungi Rumah Orangtua Daffa, Siswa SMK Negeri 3 Tegal yang Hilang di Perairan Sumenep

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved