Berita Batang
Disperindagkop Batang Pastikan Tak Ada Beras Oplosan di Pasar Tradisional
Disperindagkop Kabupaten Batang melakukan pemantauan ke sejumlah pedagang di Pasar Batang.
Penulis: dina indriani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menyikapi maraknya rumor beras oplosan yang beredar di masyarakat, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Batang melakukan pemantauan ke sejumlah pedagang di Pasar Batang.
Kepala Seksi Analisis Perdagangan, Mursiti, menegaskan bahwa dari hasil monitoring tidak ditemukan adanya beras oplosan yang dijual di pasar.
“Pedagang menjual beras sesuai kualitasnya, baik premium maupun medium. Tidak ada indikasi campuran yang merugikan konsumen,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Batang Luncurkan Bumdes Asuh, Upaya Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Menurut Mursiti, perbedaan beras oplosan bisa dikenali secara fisik.
“Jika premium dicampur dengan medium, biasanya warnanya tidak merata dan tampak pecah-pecah.
Kualitasnya pun tidak bisa dikategorikan sebagai premium atau medium,” imbuhnya.
Disperindagkop berencana melanjutkan pemantauan ke Pasar Bandar dan Limpung untuk memastikan seluruh titik distribusi menjaga kualitas.
Sementara itu, Keri, salah satu pedagang beras di Pasar Batang, membantah adanya praktik oplosan.
Ia mengaku hanya menjual beras premium asli dari penggilingan daerah Ponowareng.
“Berasnya saya ambil sendiri langsung dari sumbernya. Harganya Rp340 ribu per karung ukuran 25 kg. Kami tidak menjual kualitas medium,” pungkasnya. (din)
Baca juga: Terungkap Bocah Asal Batang yang Disekap dan Disiksa di Boyolali Adalah Penghafal Al-Quran
| Gerakan Jelantah Batang Tembus Rekor MURI dan Bidik Bahan Bakar Pesawat |
|
|---|
| Batang Pecahkan Dua Rekor Sekaligus di HUT ke 60, Dari Tari Babalu hingga Minyak Jelantah |
|
|---|
| Ribuan Pelajar Batang Kompak Tampilkan Tari Babalo, Semangat Lestarikan Budaya Lokal |
|
|---|
| Tender Ulang Jembatan Kalibelo, Harapan Baru Konektivitas dan Ekonomi Batang |
|
|---|
| Detik-Detik Warga Batang Hilang di Sungai, Sempat Diajak Pulang tapi Menolak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250718_pemantauan-ke-sejumlah-pedagang-beras.jpg)