Berita Semarang
Mei Fatimah Merasa Haru Saat Kunjungi Rumah Anak Surga Semarang
Begitu kami datang, anak-anak langsung menyambut. Yang cowok memanggil ayah, yang cewek memanggil ibu. Rasanya hati ini langsung terenyuh
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – “Begitu kami datang, anak-anak langsung menyambut. Yang cowok memanggil ayah, yang cewek memanggil ibu. Rasanya hati ini langsung terenyuh,” tutur Mei Fatimah, warga Semarang Timur, usai berkunjung ke Rumah Anak Surga, Senin (21/7/2025).
Suasana rumah itu terasa hangat. Begitu pintu terbuka, puluhan pasang mata mungil menatap dengan rasa ingin tahu.
Ada yang tersenyum malu, ada yang spontan meraih tangan untuk digandeng, bahkan meminta untuk digendong.
Anak-anak di sini menyambut setiap pengunjung seakan mereka sudah lama kenal. Seolah pelukan adalah bahasa universal untuk menyampaikan betapa mereka merindukan kasih sayang.
Bagi Mei, momen itu menjadi pengalaman yang menggugah hatinya.
“Rasanya pengin nangis. Mereka langsung dekat dengan kita, padahal baru kenal. Itu tanda mereka haus akan perhatian,” ucapnya pelan.
Ia juga merasakan betapa sosok “ayah” dan “ibu” sangat dirindukan anak-anak di Rumah Anak Surga, karena ketika Mei datang bersama keluarganya. Para anak-anak menyambut dengan panggilan itu.
“Kalau yang cowok memanggil ayah, yang cewek memanggil ibu. Mereka memang butuh figur orang tua. Walau hanya dari orang lain, paling tidak mereka merasa masih punya bapak dan ibu yang memberi perhatian,” tambahnya.
Di Hari Anak Nasional ini, Mei berharap semua orang tua dapat memberi perhatian penuh bagi anak-anak mereka.
“Perhatian orang tua itu yang utama. Jangan biarkan anak merasa sendiri. Kepada anak-anak di sini, saya doakan semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak saleh dan kelak menjadi penghuni surga,” ucapnya.
Rumah Anak-anak Terlupakan
Rumah Anak Surga yang beralamat di Jalan Gangin, RT.4/RW.4, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk itu berdiri sejak Juli 2023.
Di dalamnya, kehidupan berjalan penuh warna. Melisa Yulianti manajer Rumah Anak Surga, menyebut rumah ini sebagai tempat perlindungan bagi bayi dan batita yang hampir kehilangan rumah.
“Kami merawat anak-anak dengan risiko terlantar, entah karena orang tua mereka terjerat masalah ekonomi, korban perceraian, KDRT, atau bayi dari kehamilan yang tak diinginkan, bahkan korban kejahatan seksual,” ungkap Melisa.
Di halaman kecil yang dipenuhi mainan, tawa anak-anak sering terdengar.
| Modal Jajan dan Parkir di Semarang, Warga Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max di Program Ijolke 2026! |
|
|---|
| Dugaan Invoice Palsu di Pusaran Kasus Sritex, Pengacara: Bank DKI Harusnya Bisa Selamat |
|
|---|
| Hadapi El Nino, Pemkot Semarang Siapkan Cadangan 1 Juta Liter Air |
|
|---|
| Di Balik PROPER Hijau PLN Tambak Lorok, Ada Upaya Senyap Menjaga Lingkungan dan Mengubah Wajah Desa |
|
|---|
| Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Dialog Nasional Terkait MBG, Tiga SPPG Jadi Percontohan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250719-Rumah-Anak-Surga.jpg)