Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Di Tangan Chasan Warga Ngabul Jepara Daun Jati Punya Nilai Rupiah dan Seni Tinggi

Daun jati yang awalnya hanya jadi sampah saja, ternyata dari tidak ternilai itu bisa dimanfaatkan oleh Muhammad

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
LUKISAN DAUN JATI - Muhammad Chasan Asykari (26) pemuda asal Desa Ngabul, Kecamatan Jepara yang sedang mengambar di daun jati. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Daun jati yang awalnya hanya jadi sampah saja, ternyata dari tidak ternilai itu bisa dimanfaatkan oleh Muhammad Chasan Asykari (26) warga Desa Ngabul, Kecamatan Jepara, menjadi barang bernilai rupiah yang tinggi dan ada nilai seninya.


Berbekalkan suka menggambar, Chasan ingin mencoba menciptakan lukisan yang berbeda dengan lainnya, namun dengan memanfaatkan barang yang disekitar.


Sekiranya bulan Desember tahun 2022 menjadi awal Chasan mencoba menggambar sosok gurunya yang sempat membimbing dirinya saat menempuh pendidikan di Matholiul Huda Bugel.


Dia mengatakan alasan dirinya mengambar gurunya lantaran, kagum dengan sosok beliau, dan mengenang jasa yang telah diberikan kepada dirinya.


Sejak saat itu pula, membuat Chasan menjadi semangatnya untuk menekuni seni lukis. 


Waktu itu pula Chasan menggabar sosok gurunya dengan mengunakan media kertas dan pena.


Belum menggunakan daun jati.


"Waktu itu ketika guru saya meninggal dunia, saya membuat lukisan untuk mengenang beliau. Karena saya pikir waktu itu lukisan wajah kan banyak yang minat dan banyak membeli, entah untuk diri sendiri atau kado," kata Chasan kepada Tribunjateng, Rabu (23/7/2025).


Setelah itu, Chasan mencoba untuk berkreasi untuk memanfaatkan beberapa media, seperti pasir, ataupun serbuk kayu.


Namun karena keterbatasan jarak dan susah untuk didapat, akhir Chasan memcoba memutar otak kembali.


Akhirnya, melihat banyaknya sampah daun jati yang berserakan didekat rumahnya.


Ia pun mencoba memanfaatkan daun jati yang ada.


Sebelum memutuskan menggunakan media daun jati, Chasan juga belajar dari internet terlebih dahulu untuk bisa memanfatkan daun jati.


"Karena laut jauh dari rumah saya, terus serbuk kayu lumayan sulit, dan menggunakan daun jati yang mudah di dapat dan gratis," ungkapnya.


Sudah merasa mantab dengan yang didapatkan, awalnya Chasan mencoba mempraktikan mencoba membuat gambar wajah ponakannya sendiri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved