Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran di Semarang Tewaskan 5 Orang

UPDATE : Wali Kota Semarang: Rp40juta Disiapkan Untuk Perbaiki Rumah Yang Terbakar

Di tengah reruntuhan bangunan hangus dan sisa arang yang masih menghitam, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
rezandra
TINJAU PUING – Wali Kota Semarang meninjau puing-puing rumah yang hangus terbakar. Pemkot akan mengalokasikan anggaran bantuan senilai Rp40 juta untuk pembangunan ulang. /TRIBUNJATENG/REZANDA AKBAR D 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah reruntuhan bangunan hangus dan sisa arang yang masih menghitam, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berdiri di tengah warga RT 006 RW 002 Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur, lokasi kebakaran yang menewaskan lima anggota keluarga pada Jumat (25/7/2025) dini hari.

“Yang pertama, saya ucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Ini musibah yang memilukan untuk kita semua. Kita sangat prihatin,” kata Agustina.

Didampingi jajaran Pemerintah Kota Semarang, seperti Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD, dan perangkat kelurahan setempat, ia memastikan bahwa penanganan pascakebakaran dilakukan cepat dan terkoordinasi.

“Teman-teman dari Pemkot langsung gercep (gerak cepat). Saya undang Perkim, Dinsos, BPBD, semua saya ajak ke sini supaya bisa sesegera mungkin meringankan penderitaan keluarga dan menyiapkan kehidupan selanjutnya,” ujarnya.

Agustina juga memastikan bahwa rumah korban akan dibangun kembali menggunakan anggaran dari APBD Kota Semarang. 

Ia menyebut bahwa anggaran yang biasanya diberikan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta, akan ditingkatkan menjadi Rp40 juta, karena rumah ini harus dibangun dari nol.

“Menurut saya, itu cukup untuk awal. Tapi kalau nanti tidak cukup untuk isi dan lainnya, saya akan upayakan bantuan dari pihak swasta dan CSR. Yang penting, warga yang kena musibah ini bisa ‘heal’, sembuh tidak hanya secara fisik tapi juga psikologis,” ucapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya dukungan lingkungan sekitar dalam pemulihan korban. 

“Saya tadi juga titip ke Pak RW, dan para tetangga agar ikut bantu pemulihan. Baik secara moril maupun praktis. Kita bangun ini bareng-bareng,” katanya.

Tidak hanya soal fisik bangunan, Wali Kota perempuan pertama di Semarang ini juga menaruh perhatian pada dampak psikologis, terutama pada anak-anak yang kehilangan saudara.

Ia menyebut Dinas Pendidikan juga akan dilibatkan untuk memantau dampak psikososial pascakejadian.

Dalam kunjungannya, Agustina juga menyampaikan peringatan penting kepada warga, mengacu pada laporan sementara dari kepolisian dan Labfor yang menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat kabel yang tidak sesuai kapasitas.

“Laporan sementara menyebut korsleting antara kabel listrik dan kabel optik, ditambah kondisi malam hari saat semua sedang tidur.

Apalagi ternyata di dalam rumah ada sepeda motor dengan bensin full tank, yang memperparah kobaran api,” jelasnya.

Ia meminta warga untuk lebih peduli terhadap standar keamanan saat membeli kabel, stop kontak, atau menyambung instalasi listrik secara mandiri. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved