Kebakaran di Semarang Tewaskan 5 Orang
UPDATE : Wali Kota Semarang: Rp40juta Disiapkan Untuk Perbaiki Rumah Yang Terbakar
Di tengah reruntuhan bangunan hangus dan sisa arang yang masih menghitam, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah reruntuhan bangunan hangus dan sisa arang yang masih menghitam, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berdiri di tengah warga RT 006 RW 002 Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur, lokasi kebakaran yang menewaskan lima anggota keluarga pada Jumat (25/7/2025) dini hari.
“Yang pertama, saya ucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Ini musibah yang memilukan untuk kita semua. Kita sangat prihatin,” kata Agustina.
Didampingi jajaran Pemerintah Kota Semarang, seperti Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD, dan perangkat kelurahan setempat, ia memastikan bahwa penanganan pascakebakaran dilakukan cepat dan terkoordinasi.
“Teman-teman dari Pemkot langsung gercep (gerak cepat). Saya undang Perkim, Dinsos, BPBD, semua saya ajak ke sini supaya bisa sesegera mungkin meringankan penderitaan keluarga dan menyiapkan kehidupan selanjutnya,” ujarnya.
Agustina juga memastikan bahwa rumah korban akan dibangun kembali menggunakan anggaran dari APBD Kota Semarang.
Ia menyebut bahwa anggaran yang biasanya diberikan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta, akan ditingkatkan menjadi Rp40 juta, karena rumah ini harus dibangun dari nol.
“Menurut saya, itu cukup untuk awal. Tapi kalau nanti tidak cukup untuk isi dan lainnya, saya akan upayakan bantuan dari pihak swasta dan CSR. Yang penting, warga yang kena musibah ini bisa ‘heal’, sembuh tidak hanya secara fisik tapi juga psikologis,” ucapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya dukungan lingkungan sekitar dalam pemulihan korban.
“Saya tadi juga titip ke Pak RW, dan para tetangga agar ikut bantu pemulihan. Baik secara moril maupun praktis. Kita bangun ini bareng-bareng,” katanya.
Tidak hanya soal fisik bangunan, Wali Kota perempuan pertama di Semarang ini juga menaruh perhatian pada dampak psikologis, terutama pada anak-anak yang kehilangan saudara.
Ia menyebut Dinas Pendidikan juga akan dilibatkan untuk memantau dampak psikososial pascakejadian.
Dalam kunjungannya, Agustina juga menyampaikan peringatan penting kepada warga, mengacu pada laporan sementara dari kepolisian dan Labfor yang menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat kabel yang tidak sesuai kapasitas.
“Laporan sementara menyebut korsleting antara kabel listrik dan kabel optik, ditambah kondisi malam hari saat semua sedang tidur.
Apalagi ternyata di dalam rumah ada sepeda motor dengan bensin full tank, yang memperparah kobaran api,” jelasnya.
Ia meminta warga untuk lebih peduli terhadap standar keamanan saat membeli kabel, stop kontak, atau menyambung instalasi listrik secara mandiri.
| Hamdan Tak Sempat Lihat Wajah Ibunya Satu Diantara Korban Kebakaran di Mlatibaru |
|
|---|
| Firasat Bu Guru Sebelum Aditya Tewas Terbakar Hidup-hidup di Semarang: Salim 3 Kali |
|
|---|
| Tinjau Lokasi Kebakaran Mlatibaru, Wali Kota Semarang: Kami Upayakan Bedah Rumah Melalui APBD |
|
|---|
| Kesaksian Paman Korban Tewas Terbakar Hidup-hidup di Semarang: Istri Saya Kepanasan |
|
|---|
| Tim Labfor Polda Jateng Bawa Sampel Kabel dan Abu dari Lokasi Kebakaran Maut Mlatibaru Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250725-kebakaran.jpg)