Kontes Domba Wonosobo
Penampakan Domba Besi di Kontes Domba Wonosobo, Harga Naik 5 Kali Lipat
Alun-alun Wonosobo dipadati pengunjung yang ingin melihat kemeriahan Kontes Domba Wonosobo (Dombos) Piala Bupati 2025.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Alun-alun Wonosobo dipadati pengunjung yang ingin melihat kemeriahan Kontes Domba Wonosobo (Dombos) Piala Bupati 2025.
Ratusan Dombos dari Wonosobo bahkan dari luar daerah berjejer rapi, bersiap mengikuti lomba tahunan yang ditunggu-tunggu para peternak.
Para peserta sibuk mempersiapkan domba-domba mereka mulai dari memberi pakan khusus, menyisir bulu, memotong kuku, hingga mengecek kebersihan tubuh.
Baca juga: Pedagang Liar Marak di Alun-alun, DPRD Wonosobo Minta Penegakan Aturan dan Penataan
Baca juga: 500 Pohon Penuhi Halaman Pendopo Bupati Wonosobo, Ucapan Selamat HUT Tak Lagi Karangan Bunga
Banyak kandang-kandang menyerupai boks bayi dengan berbagai bentuk unik terlihat berjejer. Kandang-kandang tersebut sengaja dibawa peternak sebagai tempat antri domba sebelum naik panggung kontes.
Tidak hanya peternak, pengunjung umum pun ikut antusias. Anak-anak hingga orang dewasa tampak senang melihat bentuk unik dan lucu dari para Dombos yang berbulu tebal dan menggemaskan.
Di antara ratusan peternak yang hadir, sosok Turijan menarik perhatian. Kandang ternaknya terbuat dari besi di tengah peternak lainnya yang menggunakan kayu.
Peternak asal Desa Menjer, Kecamatan Garung, Wonosobo ini membawa enam ekor Dombos andalannya untuk mengikuti kontes di tiga kelas.
"Kalau kelas D itu kan harus cempe original, belum pernah cukur dan bulunya belum pudar. Kalau kelas C itu angkatan dere, non-poel. Kalau kelas B, poel satu sama dua pasang,” ungkapnya.
Setiap tahunnya Turijan tak pernah ketinggalan mengikuti ajang ini yang setiap tahunnya digelar dua kali di Wonosobo.
"Saya 16 kali ikut terus ya. Pernah menang satu kali masuk 10 besar di kelas C betina di Ngasinan," ungkapnya kepada tribunjateng.com.
Ia mengaku prestasi tersebut langsung berdampak pada harga jual dombanya. Dari harga di kandang ditawar Rp 2 juta usai naik podium kontes langsung ditawar hingga Rp 10 juta.
Baginya, kontes semacam ini tidak hanya tentang menang semata namun juga meningkatkan kualitas peternakan dan bisa bereksperimen persilangan.
Ia mengaku telah mencoba berbagai eksperimen kawin silang pada dombanya seperti Dombos dengan Texel. Hingga saat ini ia memiliki kurang lebih 40 ekor Dombos.
Ia menyampaikan berbagai persiapan dilakukan menjelang kontes mulai dari memandikan, memotong kuku, menyiapkan pakan, hingga modifikasi bulu. Hal itu terlihat dengan domba-dombanya yang bersih dan rapi.
Tak kalah menarik, Turijan juga dikenal lewat Domba Besi, nama farm miliknya yang juga menunjukkan latar belakang pekerjaannya.
| Pemkot Sebut Gratiskan 6.000 Kursi Sekolah Swasta, Wali Kota: Solusi Perluas Daya Tampung |
|
|---|
| Internasionalisasi Pendidikan Dasar, UMP Ajak Mahasiswa Asing Mengajar di SD BUMIMU Adiwerna |
|
|---|
| Perkuat Tridarma dan Inovasi, Fakultas Teknik Unsoed Gandeng UT Purwokerto Bangun Sinergi Strategis |
|
|---|
| Akademisi Doktoral Unpad yang Juga Dosen UMP Minta Pemerintah Perketat Regulasi AI |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok Naik, Nasi Ayam Geprek pun Makin Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250727_Kontes-Domba-Wonosobo.jpg)