Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemakzulan Sudewo

Benarkah Pansus DPRD Pati "Masuk Angin"? Anggota Separtai dengan Sudewo Tolak DIkalungi Obat

Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo di DPRD Pati, Jawa Tengah, Kamis (28/8/2025)

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Mazka Hauzan Naufal
MENOLAK DIKALUNGI - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati, Irianto Budi Utomo, menolak saat anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) hendak mengalungkan obat masuk angin kepadanya, Kamis (28/8/2025). Insiden ini terjadi usai jeda istirahat siang rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo di Gedung DPRD Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo di DPRD Pati, Jawa Tengah, Kamis (28/8/2025), mendadak heboh dengan kejadian unik.

Usai jeda istirahat siang, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memberikan beberapa bungkus obat herbal masuk angin kepada anggota Pansus, Irianto Budi Utomo.

Tak hanya menyerahkan, mereka juga sempat berusaha mengalungkan rangkaian saset obat merek “Tolak Angin” ke leher Irianto.

Aksi itu memancing tawa dan mencairkan suasana tegang rapat.

Diketahui, perwakilan AMPB memang kerap hadir dan mengawal jalannya setiap sidang Pansus sejak awal proses berlangsung.


“Supaya Pak Ir tidak masuk angin, saya serahkan obat masuk angin ini,” kata Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto.


Irianto merespon dengan tersenyum sambil berucap singkat, “Terima kasih.”


Ekspresinya berubah ketika dia hendak dikalungi rangkaian saset obat masuk angin itu.


“Nggak usah, Mas,” ucap dia sambil mengacungkan kedua telapak tangannya sebagai gestur penolakan.


Diwawancarai usai peristiwa tersebut, Teguh Istiyanto menjelaskan alasannya secara tersirat dengan kata-kata bernada satire.


“Kami lihat tadi dari Bapak Ir, dari Partai Gerindra, kayaknya dalam sidang Pansus tadi dia sedang mengalami gejala ‘masuk angjn’.

Maka kami berikan obat masuk angin supaya tidak masuk angin.

Kami akan tetap kawal, siap sedia obat masuk angin.

Dilihat dari tutur katanya agak serak-serak basah,” kata dia.


Untuk diketahui, “masuk angin” di sini adalah istilah simbolis yang menandakan dugaan adanya intervensi politis maupun intervensi lainnya, termasuk suap, yang memengaruhi anggota Pansus dalam menyampaikan pandangannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved