Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan, Bupati Banyumas: Kami Tetap Komitmen Perbaiki Jalan

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono angkat bicara soal viral aksi tanam pohon pisang sebagai protes jalan rusak di Desa Gandatapa

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
JALAN RUSAK - Kondisi pohon pisang yang ditanam di Dusun Sirapan, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan kabupaten, Senin (25/8/2025) siang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan parah jalan yang tak kunjung diperbaiki, meski telah bertahun-tahun dikeluhkan. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono angkat bicara soal viral aksi tanam pohon pisang sebagai protes jalan rusak di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, yang baru-baru ini menjadi sorotan publik.


Menurut Sadewo, kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak stabil akibat adanya pemangkasan dana dari pemerintah pusat.


"Kondisi keuangan dari pusat sampai daerah tidak baik-baik saja. 


Bukan tidak mau memperbaiki, tapi dana dari pusat dipangkas semua, efisiensi," ujar Sadewo, kepada Tribunbanyumas.com, Senin (25/8/2025).


Ia mengatakan khusus untuk Banyumas tiada hari tanpa perbaikan jalan. 


"Saya berupaya meskipun tambal, termasuk irigasi dan penerangan. 


Tapi tidak mungkin langsung serentak, bertahap," katanya. 


Pernyataan tersebut muncul menyusul aksi tanam pohon pisang yang dilakukan puluhan warga Dusun Sirapan, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (24/8/2025) siang. 


Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan signifikan.


Pohon pisang ditanam di sejumlah titik di ruas Jalan Baturaden Timur–Banteran. 


Titik terparah berada di jalur depan SMK Dewantara hingga wilayah Sirapan Wetan, Desa Gandatapa. 


Jalan berlubang besar, bergelombang, dan tergenang air menjadi pemandangan sehari-hari yang membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.


"Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum juga diperbaiki. Banyak pengendara jatuh, apalagi kalau malam. Dengan cara ini, kami berharap pemerintah segera merespons," ujar Rusin, warga Sirapan.


Aksi warga berlangsung spontan dan sempat membuat lalu lintas tersendat. 


Beberapa pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan memutar arah karena jalan semakin sulit dilalui. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved