Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Opini

Koperasi Merah Putih, Bukan Sekadar Mimpi di Tengah Pembangunan Desa

Opini Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik, Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) Tegal.

Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
Mohammad Alfian, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik, Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) Tegal. (Dok) 

Koperasi Merah Putih, Bukan Sekadar Mimpi di Tengah Pembangunan Desa

Oleh Mohammad Alfian
*Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik, Politeknik Harapan Bersama

TRIBUNJATENG.COM - Gaung pembangunan desa terus bergema, namun seringkali implementasinya terbentur dengan realitas keterbatasan yang ada di Desa. Di tengah tantangan inilah, Koperasi Merah Putih hadir bukan sekadar sebagai badan usaha yang diwajibkan pendiriannya di desa, melainkan sebagai representasi ideal dari solusi berbasis kearifan lokal desa yaitu gotong royong. Proyeksinya dalam memajukan desa jauh melampaui sekadar transaksi ekonomi, merangkul dimensi sosial dan lingkungan yang krusial.

Bayangkan sebuah desa di mana UMKM lokal tak lagi tercekik rentenir, dimana petani memiliki akses langsung ke pasar yang adil, dan dimana produk kerajinan memiliki daya saing tinggi berkat pengemasan dan pemasaran kolektif. Koperasi Merah Putih mengemban proyeksi pengembangan ekonomi desa. Koperasi Merah Putih menghimpun kekuatan finansial anggota dan menyalurkannya kembali secara adil, koperasi mampu menggerakkan roda perekonomian dari bawah, menciptakan lapangan kerja riil dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Lebih dari itu, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi oase sosial. Ia menjadi wadah bagi masyarakat untuk berorganisasi, menyuarakan aspirasi, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Desa. Melalui koperasi, kapasitas sumber daya manusia ditingkatkan lewat pelatihan dan pendampingan. Layanan sosial seperti kesehatan dan pendidikan dapat diakses lebih mudah. Yang terpenting, fondasi solidaritas dan gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa ini kembali diperkuat. Koperasi bukan hanya tentang keuntungan materi, tetapi juga tentang membangun komunitas yang kuat dan peduli.

Di era isu lingkungan yang semakin mendesak, Koperasi Merah Putih juga memiliki peran sentral. Bayangkan praktik pertanian berkelanjutan yang dipromosikan secara kolektif, potensi ekowisata desa yang dikelola secara bertanggung jawab oleh masyarakatnya sendiri, dan inisiatif pengelolaan sampah serta energi terbarukan yang tumbuh dari kesadaran bersama. Koperasi dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pembangunan desa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari secara lingkungan.

Namun, proyeksi ideal ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan kolaborasi. Keterbatasan modal, kualitas manajemen, dan partisipasi anggota menjadi tantangan nyata. Di sinilah peran pemerintah sangat krusial. Dukungan permodalan yang mudah diakses, pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelola, serta regulasi yang berpihak pada koperasi desa adalah kunci keberhasilan koperasi dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Lebih dari itu, masyarakat desa sendiri perlu memiliki kesadaran dan kemauan untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan diri.

Koperasi Merah Putih bukanlah utopia. Koperasi Merah Putih adalah manifestasi nyata dari potensi gotong royong yang terpendam di setiap sudut desa. Komitmen dan sinergi dari seluruh pihak, proyeksi Koperasi Merah Putih dalam membangun desa yang mandiri, sejahtera, dan lestari bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah keniscayaan yang patut kita perjuangkan bersama. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved