Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Potret Ritual Pembuatan Luwur Makam Sunan Kudus: Libatkan 35 Perewang Selama 4 Hari

Tradisi Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus pada Kamis (3/7/2025) memasuki tahap pembuatan dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
MEMBUAT LUWUR - Para perewang membuat luwur baru Makam Sunan Kudus, Kamis (3/7/2025). Pembuatan luwur baru berlangsung selama 4 hari mulai 6-9 Muharam atau 2-5 Juli 2025. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tradisi Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus pada Kamis (3/7/2025) memasuki tahap pembuatan.

Luwur atau sebutan kain putih penutup makam Sunan Kudus sudah dilepas pada Jumat (27/6/2025) atau 1 Muharam sekiranya pukul 06.00.

Luwur lama yang sudah dilepas kemudian diganti luwur baru yang dibuat dengan melibatkan perewang.

Baca juga: Pendangkalan Terjadi Lima Tahun, Sungai Londo di Kudus Kini Dinormalisasi

Baca juga: FLS3N Tingkat SD 2025 di Kudus Diikuti 63 Sekolah

Pembuatan luwur baru Makam Sunan Kudus tahun ini, 1447 H/2025 dijadwalkan berlangsung empat hari. 

Yakni mulai Rabu (2/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025).

Setelah luwur dibuat, puncak rangkaian Buka Luwur Makam Sunan Kudus dilaksanakan pada 10 Muharam, Minggu (6/7/2025) di Pendopo Tajug dan Pesarean Kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus pukul 07.00.

Koordinator, Fachal Anami Farodis menyampaikan, pembuatan luwur baru tahun ini melibatkan 35 perewang untuk menuntaskan luwur selama empat hari.

Mayoritas perewang adalah dari kalangan pedagang yang meninggalkan pekerjaannya sejenak untuk membuat luwur mulai pukul 07.30 hingga pukul 15.00.

Kata dia, dalam pembuatan luwur tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi para perewang.

Biasanya, para pembuat luwur mengutamakan berwudlu terlebih dahulu sebelum memulai pembuatan luwur, meskipun hal itu tidak menjadi sebuah keharusan.

"Kebanyakan perewang sudah lama ikut serta membantu pembuatan luwur."

"Ada yang sudah turun temurun dari orangtuanya."

"Sebagian besar sudah menjadi rewang 15 tahun secara suka rela menjadi rewang untuk ngalap (mengharap) berkah," terangnya.

Fachal Anami menyebut, perewang pembuatan luwur baru menyiapkan segala sesuatunya secara teliti dan terampil.

Ada yang bertugas membuat luwur wiru, melati, kompol, uthuk banyu, hingga langitan.

Baca juga: KPU Kudus Tetap Perbarui Data Pemilih Meski Pemilu dan Pilkada Telah Selesai

Baca juga: RS Aisyiyah Kudus Luncurkan WhatsApp Channel, Bisa Diakses Semua Kalangan

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved