Berita Purwokerto
Lapas Purwokerto Kembangkan Ketahanan Pangan lewat Perawatan Tanaman Melon
Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bentuk pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kali ini, Lapas Purwokerto melakukan kegiatan pemasangan papan tanda tanaman serta pemberian insektisida, fungisida, dan pupuk cair pada tanaman melon yang menjadi komoditas unggulan mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menjelaskan, pemasangan papan tanda tanaman bertujuan memperindah area pertanian sekaligus memberikan informasi mengenai jenis tanaman, tanggal tanam, dan perkiraan masa panen.
Baca juga: 160 Juru Masak Ikuti Sertifikasi Kompetensi Program MBG, Didorong Jadi SDM Dapur yang Berstandar
"Dengan adanya papan tanda ini, petugas dan warga binaan dapat lebih mudah dalam merawat serta memantau pertumbuhan tanaman, sekaligus menambah nilai edukatif dan estetika lingkungan," ujar Aliandra kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis, Sabtu (25/10/2025).
Selain itu, kegiatan perawatan tanaman melon dilakukan melalui penyemprotan insektisida dan fungisida setiap minggu, serta pemberian pupuk cair NPK 16-16-16 dan NPK Grower setiap dua minggu sekali.
Pemberian pupuk dan penyemprotan dilakukan sesuai dengan takaran serta arahan dari Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, yang juga menjadi instruktur pelatihan budidaya melon bagi WBP.
Langkah ini dilakukan menjaga kesehatan tanaman dan mengoptimalkan hasil panen melon, sebagai bagian dari program ketahanan pangan Lapas Purwokerto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Purwokerto menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang bermanfaat setelah mereka bebas. (jti)
Baca juga: Purwokerto-Pejagan Cuma 1 Jam! Intip Progres Terbaru Tol Pejagan-Cilacap, Siap Potong Waktu Tempuh
| Pengakuan Terbaru Mahasiswa Purwokerto Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Hari, Diduga karena Mantan |
|
|---|
| Pengamen Ribut dengan Pengendara Mobil di Purwokerto, Didamaikan Polisi |
|
|---|
| Stasiun Purwokerto Terasa Lebih Semarak, Penumpang Terpikat Ornamen Imlek |
|
|---|
| Alun-Alun Purwokerto Enak Buat Joging, Warga: Sayangnya Ada Asap Rokok |
|
|---|
| Hilang 2 Pekan Lebih, Pengacara Purwokerto Aris Munadi Ditemukan Tewas di Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251025_PEMBINAAN-WB-LAPAS.jpg)