Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Polisi Masih Kesulitan Ungkap 3 Perampokan di Banyumas, Minim CCTV

Polisi masih melakukan pendalaman terkait tiga kejadian perampokan dengan kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Banyumas.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/POLRESTA BANYUMAS
PERAMPOKAN - Polisi olah TKP perampokan rumah pasangan lansia di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/2/2026) dini hari. Pelaku memanfaatkan waktu salat subuh saat kondisi kampung masih sepi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Satreskrim Polresta Banyumas masih melakukan penyelidikan terhadap serangkaian kasus perampokan yang terjadi di beberapa kecamatan.

Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan mengatakan, saat ini masih melakukan pendalaman terkait tiga kejadian perampokan dengan kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

"Intinya kami masih tetap melakukan penyelidikan. Karena lokasi kejadiannya juga agak masuk ke desa," ujar AKP Ardi kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Lagi, Perampokan Bersenjata di Sumbang Banyumas, Satroni Rumah Lansia saat Subuh

Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta

Remaja SMP di Getasan Semarang Tewas Jelang Perang Sarung, Motor Tabrak Pohon

Menurutnya, penyidik telah melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Namun rekaman tersebut tidak berada tepat di lokasi, melainkan di sejumlah titik jalan yang dilalui.

"Kami sudah melakukan penyisiran CCTV dari beberapa titik. Memang ada rekaman, tapi bukan di lokasi." 

"Jadi, kami menyisir di jalan-jalan yang kemungkinan dilalui," jelasnya.

Dari hasil penelusuran tersebut, polisi telah memperoleh gambaran mengenai sarana kendaraan yang diduga digunakan para pelaku.

"Untuk sarana kendaraan yang digunakan pelaku sudah ada gambaran. Dari situ kami juga melakukan koordinasi dengan beberapa wilayah lain di eks Banyumas seperti Wonosobo dan Banjarnegara," kata dia.

Meski begitu, polisi belum dapat memastikan apakah tiga kejadian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tersebut dilakukan oleh komplotan yang sama atau tidak.

Dia menambahkan, minimnya rekaman CCTV di beberapa lokasi kejadian juga menjadi kendala dalam proses penyelidikan.

"Seperti di Limpakuwus, itu minim juga CCTV. Jadi kami belum menemukan sarana mobil yang digunakan pelaku di lokasi tersebut," katanya.

Namun dari keterangan korban, terdapat petunjuk terkait bahasa yang digunakan para pelaku.

"Dari segi bahasa, logatnya yang di Limpakuwus itu ngapak semua. Artinya kemungkinan lokal." 

"Tapi yang sebelumnya ada yang menggunakan bahasa Indonesia," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved