Berita Banyumas
Lima Prioritas Pembangunan Banyumas 2027 Ditetapkan, dari Pelayanan Dasar hingga Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan lima prioritas pembangunan daerah pada 2027 yang difokuskan pada pemenuhan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan lima prioritas pembangunan daerah pada 2027 yang difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penetapan prioritas disampaikan Bupati Banyumas Sadewo, Tri Lastiono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas, Senin (16/3/2026).
Sadewo mengatakan, RKPD 2027 merupakan implementasi tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyumas Tahun 2025 - 2029.
"RPJMD tersebut disusun dengan visi pembangunan daerah yaitu mewujudkan Banyumas yang produktif, adil dan sejahtera," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.
Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Banyumas pada 2027 adalah pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan daya saing sumber daya manusia serta efektivitas kelembagaan daerah sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan tema tersebut, Pemkab Banyumas menetapkan lima prioritas pembangunan daerah.
Baca juga: Sosok Irma Tendengan, ASN Berani Laporkan Uang Bandar Narkoba Mengalir hingga ke Politisi
Kelima prioritas itu meliputi pemenuhan pelayanan dasar dan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan daya saing sumber daya manusia, pemanfaatan potensi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kemudian peningkatan efektivitas kelembagaan daerah dalam kolaborasi penanganan berbagai isu strategis pembangunan serta peningkatan daya saing infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sadewo menuturkan Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah karena menjadi forum menyelaraskan berbagai aspirasi serta program pembangunan.
"Musrenbang ini menjadi forum menyelaraskan berbagai aspirasi, program pembangunan serta prioritas pembangunan daerah agar dapat berjalan secara terarah, terintegrasi dan berkelanjutan," katanya.
Selain fokus pada prioritas pembangunan daerah, Pemkab Banyumas juga terus mendorong implementasi program unggulan bupati yang dikenal dengan program Trilas.
Menurut Sadewo, program Trilas merupakan pendekatan pembangunan yang menekankan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor-sektor strategis pembangunan daerah.
Ia mengakui kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan pembangunan masyarakat terus meningkat.
Karena itu, Pemkab Banyumas berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga sektor swasta dalam mendukung pembiayaan pembangunan.
"Hasil dari berbagai upaya yang dilakukan, pada 2025 Kabupaten Banyumas berhasil menghimpun pendanaan non-APBD lebih dari Rp294 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi, APBN, CSR dunia usaha serta lembaga nonpemerintah," jelasnya.
| Warga Banyumas Tertipu Jual Beli Rumah Fiktif, Rugi Rp107 Juta Ternyata Sudah Terjual Sejak 2005 |
|
|---|
| Operasional Trans Banyumas Terancam Off Akhir Agustus 2026 |
|
|---|
| Banyumas Kebut Penanganan RTLH, Sadewo Target Seribu Rumah Tahun Ini |
|
|---|
| Handover Trans Banyumas ke APBD, Pemda Ditantang Jaga Layanan Tanpa Bebani Rakyat |
|
|---|
| Pakar Hukum Pidana Unsoed Soroti Kasus Kekerasan Mahasiswa di Purwokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260316_Sadewo-Tri-Lastiono.jpg)