Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Operasional Trans Banyumas Terancam Off Akhir Agustus 2026

Keterbatasan anggaran yang ada hanya mampu menopang operasional selama 130 hari, dimulai dari Selasa (21/4/2026)

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
HANDOVER TRANS BANYUMAS - Kepala Dinas Perhubungan Banyumas, Omar Udaya (kiri) saat menerima dokumen Handover dari Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun (kanan), Selasa (21/4/2026). Layanan Trans Banyumas justru dibayangi ancaman berhenti beroperasi pada 28 Agustus 2026.  

Apabila tidak ada tambahan anggaran, ia memastikan layanan akan terhenti sementara.

"Karena kalau tidak berarti 28 Agustus 2026 Trans Banyumas off sampai dengan ada anggaran berikutnya," tegasnya.

Saat ini, layanan Trans Banyumas didukung oleh 52 unit armada, dengan 47 unit beroperasi setiap hari dan 5 unit sebagai cadangan.

Layanan tersebut melayani empat koridor utama, yakni Koridor 1 Pasar Pon–Terminal Ajibarang, Koridor 2 Notog–Terminal Baturraden, Koridor 3 Terminal Bulupitu–Terminal Kebondalem, serta Koridor 4 Terminal Bulupitu–Kecamatan Banyumas.

Omar juga menyoroti keunggulan layanan ini yang telah terintegrasi dengan stasiun kereta api, yang disebutnya sebagai satu-satunya di tingkat kabupaten/kota di Indonesia.

"Kemudian juga yang terbaru adalah sudah terintegrasi, satu-satunya di wilayah kabupaten se-Indonesia, integrasi trans masuk ke stasiun kereta api hanya ada di Kabupaten Banyumas," ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei, jumlah penumpang menunjukkan tren peningkatan setiap minggu.

Pihaknya juga tengah mendorong pemanfaatan layanan ini oleh kalangan pelajar. 

Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan mengajak siswa menggunakan transportasi umum guna mengurangi konsumsi BBM dan kemacetan.

"Harapan kami nanti dari Pak Asmin selaku Plt Kadindik juga kami sudah berdiskusi untuk anak-anak sekolah guna mengurangi konsumsi BBM, mengurangi kemacetan lalu lintas, juga nanti kami siap bersosialisasi membiasakan anak sekolah untuk menggunakan angkutan massal ini,” katanya.

Di sisi lain, aspirasi masyarakat terus bermunculan, terutama dari wilayah yang belum terlayani.

"Kami laporkan banyak sekali masyarakat khususnya di Kecamatan Wangon, Kecamatan Jatilawang, Kecamatan Sumpiuh yang mengharapkan kok mereka tidak sampai sana Trans Banyumas," ujarnya.

Ia mengakui, saat ini layanan belum menjangkau seluruh kecamatan di Banyumas

Penambahan rute memungkinkan dilakukan, namun sangat bergantung pada ketersediaan anggaran.

"Bisa saja yang penting kembali lagi anggarannya ada. Dan ini minat masyarakat mulai tinggi," tambahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved