Sultan Nusantara di Banyumas
Daftar Ajaran Nyeleneh Sultan Nusantara di Banyumas: Larang Program Pemerintah Ini hingga Makan Soto
Janji memberangkatkan umroh hingga klaim harta miliaran rupiah menjadi pintu masuk dugaan penipuan di Banyumas
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Ia melanjutkan terus tidak boleh makan soto ayam yang disuir-suir.
"Karena bahasanya itu menghinakan, terus tidak boleh makan belut, makan lele, terus apalagi ya tidak boleh kerja di bank, di pemerintahan tidak boleh, Karena pajak itu seperti mengambil haknya orang miskin," sambung Aditio.
Bahkan, menurutnya, ajaran tersebut juga membolehkan melawan orang tua dalam kondisi tertentu.
"Berani sama orang tua tidak apa-apa. Boleh disampaikan juga kita boleh melawan orang tua dengan cara orang tua itu sudah murtad Itu seperti itu mas," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui ketertarikannya di awal muncul dari sikap terduga pelaku yang dinilai santun terhadap tamu.
"Karena saya pikir adabnya mas, jadi beliau itu sangat memuliakan tamu.
Jadi setiap apa yang kita bawa entah itu buah, entah itu kacang goreng, entah itu apapun itu nanti akan disuguhkan kembali itu yang menurut saya bagus," katanya.
Kemudian setiap jumat berkah itu disiapkan masakan hidangan kayak semacam prasmanan.
"Beliau itu tidak makan dulu sebelum kita makan dan bahkan beliau itu mengambilkan makanan pertama itu untuk yang datang di situ Itu yang saya tertarik awalnya," imbuhnya.
Saat ini, jumlah jemaah dalam kelompok tersebut diperkirakan sekitar 30 orang, sementara yang masih jadi jamaatnya sekitar 17. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260427_banyumas_sultan-nusantara-indonesia.jpg)