Sultan Nusantara di Banyumas
Daftar Ajaran Nyeleneh Sultan Nusantara di Banyumas: Larang Program Pemerintah Ini hingga Makan Soto
Janji memberangkatkan umroh hingga klaim harta miliaran rupiah menjadi pintu masuk dugaan penipuan di Banyumas
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Daftar Ajaran Nyeleneh Sultan Nusantara di Banyumas: Larang Program Pemerintah Ini hingga Makan Soto
Ringkasan Berita:
- Korban Sultan Nusantara mengungkap sejumlah ajaran yang dinilai menyimpang.
- Contoh tidak boleh terkait dengan rumah sakit.
- Karena namanya obat-obatan bagi beliau itu mengandung anjing, babi, ular Itu seperti itu.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Janji memberangkatkan umroh hingga klaim harta miliaran rupiah menjadi pintu masuk dugaan penipuan berkedok ajaran spiritual yang dilakukan sosok yang mengaku sebagai "Sultan Nusantara Indonesia".
Terduga pelakunya berinisial W, warga Kecamatan Purwokerto Timur, telah dilaporkan ke Polresta Banyumas oleh sejumlah warga Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Sabtu (25/4/2026)
Salah satu korban, Aditio, mengungkap bagaimana dirinya mulai tertarik hingga akhirnya merasa ditipu setelah mengikuti majelis yang dipimpin sosok tersebut.
"Karena awalnya ini orangnya cukup baik adabnya memperlakukan tamu itu baik sampai pada peristiwa anak saya yang SMA sama SD itu diajak rekreasi ke Telaga Sunyi," ungkap Aditio saat menceritakan awal mula perkenalannya dengan pelaku kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Gaya Lansia Tipu Penjual Telur hingga 250 Kg, Ngaku TNI Berpangkat Kapten, Pakai Atribut Lengkap
Dari kegiatan tersebut, kedua anaknya bahkan dijanjikan akan diberangkatkan umroh.
"Dari rekreasi itu, dua anak saya itu dijanjikan untuk umroh waktu itulah, karena peristiwa dijanjikan umroh ini, saya senang," lanjutnya.
Tak hanya itu, Aditio mengaku semakin yakin setelah mendapat cerita dari sesama anggota majelis.
"Saya itu ketika awal masuk teman-teman itu menyampaikan bahwa ini orang hebat. Duitnya banyak miliaran bahkan kerja dia di Lemhanas pun itu tidak diambil dari zaman Presiden Jokowi yang nilainya itu hampir Rp9 miliar," katanya.
Baca juga: Ngerinya Ajaran Sultan Nusantara di Banyumas, Sederet Makanan Diharamkan, Anak Boleh Lawan Orangtua
Namun seiring waktu, Aditio mulai menemukan kejanggalan.
Ia mengaku diminta memberikan sejumlah uang dengan dalih "royalti" dari hasil perkebunan sawit.
Aditio mempunyai usaha perkebunan sawit di Kalimantan dan Sumatra.
"Disampaikan perkebunan sawitnya yang ada di Kalimantan dan Sumatera itu punya Sultan Hamid II dan beliau mengaku cucunya Sultan Hamid II," ujarnya.
Narasi tersebut ia kemudian diyakinkan bahwa hasil kebun sawit yang Aditio miliki dianggap tidak halal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260427_banyumas_sultan-nusantara-indonesia.jpg)