Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Desa Kasegeran di Banyumas Jadi Percontohan Desa Bebas Asap Rokok, Kades: Anak-anak Lebih Sehat

Desa Kasegeran di Kecamatan Cilongok menjadi percontohan desa sehat dengan menjadi Desa Bebas Asap Rokok.

Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Selasa 28 April 2026 

Melalui aturan itu, dia ingin anak-anak di desanya semua sehat dan terjauh dari stunting dan berbagai penyakit lainnya.

"Kami tindaklanjuti agar Perda tersebut tidak hanya dibuat, tapi diterapkan. Selain itu, kami prihatin dampak merokok yang juga berpengaruh kepada stunting, gizi kronis dan sebagainya," katanya. 

Saifuddin mengatakan, aturan kawasan asap rokok yang diterapkan bukan untuk melarang orang merokok.

Tetapi lebih kepada membatasi dan mengatur warga agar tidak merokok di rumah, balai desa, sekolah, kendaraan umum, puskesmas, kawasan olahraga, dan masjid atau mushola.

Dia mengumpulkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, RT, RW dan BPD.

"Alhamdulillah setuju dan itu kami laksanakan dalam musyawarah desa. Kemudian disetujui dan diimplementasikan dengan penyediaan tempat khusus merokok di tiap RT," jelasnya. 

Saifuddin mengatakan, ada sebanyak 34 kawasan merokok sesuai jumlah RT di Desa Kasegeran. Hal itu juga membuat pos ronda ramai kembali untuk kegiatan masyarakat.

Tak hanya berhenti di situ, dia memberikan imbauan pemilik toko di desanya untuk tidak melayani pembelian rokok bagi anak di bawah usia 17 tahun.

"Saya juga memiliki harapan agar para orangtua atau perokok ini mengurangi merokok sehingga uangnya bisa untuk memenuhi kebutuhan lain," jelasnya. 

Menurut Saifuddin, dampak positif dari aturan yang sudah diterapkannya mulai terlihat hasilnya, sebagai contoh penurunan stunting.

Dulu angka stunting di desanya mencapai 16 anak, saat ini sekira 6 anak. 

Dia mengatakan, dengan larangan tersebut asap menjadi tidak sampai kepada anak-anak balita dan mencegah ada penularan penyakit TBC.

"Kalau bukan kita yang menegakkan mau siapa lagi. Saya juga tidak segan mengingatkan bupati, DPRD, atau tamu lainnya bahwa kantor desa kami bebas asap rokok," katanya. (Fajar Bahruddin Achmad)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved