Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Terus Catat Rekor Baru, Harga Emas Antam Naik Rp 75 Ribu dalam 3 Hari

Melonjaknya harga emas Antam bersamaan dengan harga emas dunia yang mencatat rekor baru pada Kamis (16/10), menembus 4.230 dolar AS per ons troi.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Hermawan Handaka
TUNJUKKAN EMAS - Staf Butik Emas Logan Mulia Antam menunjukkan replika logam mulia di PT ANTAM yang berlokasi di rukan DP Mall, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Senin (24/2/25). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus mencatatkan rekor dalam beberapa hari terakhir, di mana menembus Rp 2,407 juta/gram pada Kamis (16/10). 

Angka tersebut naik Rp 24.000 dari harga di hari sebelumnya di level Rp 2,383 juta/gram. Harga pada Rabu (15/10) itu juga sudah mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi pada Selasa (14/10), sebesar Rp 2,36 juta/gram. 

Harga itupun sudah mengalami kenaikan dari Senin (13/10), yang tercatat di level  Rp Rp 2,305 juta/gram. Artinya, dalam 3 hari terakhir, emas batangan Antam sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 75.000/gram. 

Terus melonjaknya harga emas Antam itu bersamaan dengan harga emas dunia yang kembali mencatat rekor baru pada perdagangan Kamis (16/10), menembus level 4.230 dolar AS per ons troi.

Kenaikan itu melanjutkan reli penguatan yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven, serta ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Mengutip tradingeconomics, Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pernyataannya menyoroti tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS.

Pernyataan tersebut membuat investor hampir sepenuhnya memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan ini, dengan satu kali pemangkasan tambahan yang mungkin terjadi pada Desember.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menekan nilai dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi pembeli luar negeri.

Dari sisi geopolitik, pejabat AS, pada Rabu (15/10), mengecam kebijakan Tiongkok yang memperketat ekspor logam tanah jarang (rare earth). 

Washington memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko mengganggu rantai pasok global dan membuka kemungkinan tindakan balasan dari AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyebut bahwa Washington dapat memberlakukan pembatasan ekspor atau tarif terhadap impor minyak Rusia dari Tiongkok, apabila mendapat dukungan dari mitra Eropa.

Di sisi lain, penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berlarut-larut di AS turut menambah ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas(Eka Yulianti Fajlin/Kontan.co.id/Handoyo)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved