Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Melambung Lagi, Harga Emas Antam Naik Rp 160 Ribu dalam 5 Hari

Harga emas batang Antam menembus Rp 2,485 juta/gram pada Jumat (17/10), naik Rp 78.000 dari hari sebelumnya, sekaligus mencatatkan rekor baru.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di satu gerai Logam Mulia Antam di Bandung, baru-baru ini. 

Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2025 melonjak 1 persen menjadi 4.348,7 dolar AS per ons troi.

Sejauh ini, harga emas batangan telah naik sekitar 8 persen di pekan ini, yang akan menjadi minggu terbaiknya sejak Maret 2020, dengan mencetak rekor tertinggi di setiap sesi perdagangan.

"(Harga emas) 4.500 dolar AS mungkin akan menjadi target lebih cepat dari perkiraan, tetapi banyak hal mungkin bergantung pada berapa lama kekhawatiran tentang perdagangan AS-China, dan penutupan pemerintahan AS masih menghantui pasar," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.

China kembali melontarkan tuduhan terhadap AS yang menyebabkan kepanikan atas pengendalian logam tanah jarangnya, sembari menolak seruan untuk mencabut pembatasan ekspor.

Sementara, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyuarakan dukungannya untuk penurunan suku bunga lebih lanjut karena kekhawatiran pasar tenaga kerja.

Investor memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 29-30 Oktober dan penurunan lain pada Desember.

Di tempat lain, Wall Street ditutup melemah pada Kamis (16/10), dengan tanda-tanda pelemahan di bank-bank regional yang mengkhawatirkan investor yang sudah gelisah atas ketegangan perdagangan AS-China.

"Meningkatnya kekhawatiran kredit bank-bank regional AS telah memberi para pedagang satu alasan lagi untuk membeli emas," kata Waterer.

Emas batangan non-imbal hasil, yang cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah, telah menguat lebih dari 65 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh ketegangan geopolitik, spekulasi penurunan suku bunga yang agresif, pembelian oleh bank sentral, dedolarisasi, dan arus masuk dana perdagangan valuta asing yang kuat.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak lainnya mengenai perang di Ukraina.

Negara-negara Barat terus menekan Rusia terkait penjualan minyaknya, dengan Inggris menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan minyak besar Rusia. (Eka Yulianti Fajlin/Kontan.co.id/Reuters)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved