Tribun Jateng Hari Ini
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan
Untuk perdagangan Kamis (30/10), investor menantikan rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta hasil pertemuan bank sentral sejumlah negara.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 73,59 poin atau 0,91 persen ke 8.166,22 pada akhir perdagangan Rabu (29/10).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, perdagangan IHSG pada Rabu dibuka menguat dan sempat melemah, namun kemudian berbalik arah di teritori positif yang antara lain ditopang penguatan saham perbankan besar dan pertambangan.
Sentimen positif lain berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, adanya rencana insentif dari Bank Indonesia (BI) berupa penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat mulai 1 Desember 2025.
Selain itu juga ekspektasi akan mulai pulihnya ekonomi domestik pada kuartal IV/2025, serta indikasi reboundnya harga komoditas emas.
Terpisah, VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menuturkan, penguatan IHSG didorong aksi net buy asing yang mencapai Rp 3,79 triliun di seluruh perdagangan, meski volume transaksi berada di bawah rerata 20 hari terakhir.
Ia menyebut, kondisi pasar dipengaruhi sentimen positif terbukanya ruang diskusi produktif antara Presiden Trump dengan Presiden Xi yang membuat pasar saham regional Asia menguat, termasuk IHSG.
Selain itu, earnings season kuartal ketiga 2025 masih menunjukkan pertumbuhan resilien dari beberapa sektor.
Secara teknikal, Alrich menuturkan histogram MACD masih di area negative dan Stochastic RSI masih mengarah ke bawah di area pivot.
Namun, volume beli menunjukkan kenaikan yang diperkuat oleh garis A/D yang mengindikasikan adanya akumulasi. IHSG ditutup di atas level MA20, namun masih di bawah level MA5.
“Sehingga diperkirakan IHSG dalam jangka pendek cenderung bergerak menguat dan menguji resistance 8.200-8.250,” katanya, kepada Kontan, Kamis (29/10).
Untuk perdagangan Kamis (30/10), ia berujar, investor menantikan hasil pertemuan Bank of Japan yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 0,5 persen.
Dari Jerman akan dirilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3 persen yoy dari 0,2 persen yoy di kuartal II/2025.
Selain itu, akan dirilis data inflasi Jerman bulan Oktober 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 2,2 persen yoy dari 2,4 persen yoy di September 2025.
Sementara dari Euro Area juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang diperkirakan menjadi 1,2 persen yoy dari 5 persen yoy di kuartal II/2025.
The European Central Bank (ECB) juga akan melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan moneternya, yang diperkirakan akan mempertahankan bunga acuan tetap di 2,15 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-cetak-rekor-lagi.jpg)