Tribun Jateng Hari Ini
Organda Pelabuhan Tanjung Emas Dorong Kelancaran Distribusi Solar Bersubsidi
Volume distribusi barang saat ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan hari normal.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
Jalur pantura itu bahkan sampai mengalami kemacetan karena antrean truk untuk mengisi Solar bersubsidi mengular panjang.
Para sopir pun meminta ada solusi agar mereka tidak sulit lagi memperoleh solar, termasuk adanya pembatasan pembelian.
Ibrohim, satu sopir truk asal Tangerang yang saat itu mengantre, mengatakan, sudah mengantre hingga 1 jam untuk mendapatkan Solar bersubsidi.
Ia menyebut, kelangkaan Solar terjadi mulai dari Kanci, Jawa Barat. "Banyak SPBU yang kosong," ujarnya.
Sementara, sopir truk asal Tegal, Faisal yang saat itu akan mengirim ikan ikan ke Jakarta, menyatakan, seluruh SPBU di Tegal mengalami kekosongan solar bersubsidi.
"Dari Tegal mau berangkat kosong semua, ini ngantre sudah 1 jam," bebernya.
Ia mengaku, lebih memilih mengantre di SPBU Sawojajar dari pada harus melanjutkan ke daerah barat.
"Kalau ke arah barat Solar malah lebih susah mas, mending ngantre di sini," tukasnya.
Meski solar non subsidi tersedia, Faisal mengungkapkan, ia lebih memilih mengantre lama untuk mendapatkan Solar bersubsidi.
"Wah ongkosnya nggak masuk kalau pakai Solar non subsidi, lebih baik ngantre gini," ucapnya.
Dia menambahkan, kelangkaan solar sudah berlangsung sejak pertengahan September lalu, ia berharap kondisi bisa cepat membaik.
"Saya berharap cepat membaik lah, jadi ngga bikin susah sopir," tandasnya. (Eka Yulianti Fajlneyf/Wahyu Nur Kholik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251215_kendaraan-mengisi-Solar-di-SPBU-Pertamina_1.jpg)