Tribun Jateng Hari Ini
Organda Pelabuhan Tanjung Emas Dorong Kelancaran Distribusi Solar Bersubsidi
Volume distribusi barang saat ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan hari normal.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mendorong kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) Solar subsidi, di tengah lonjakan aktivitas pengiriman barang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjelang akhir tahun.
Ketua DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rizal Yosianto menyebut, volume distribusi barang saat ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan hari normal.
Menurut dia, lonjakan itu dipicu target produksi dan penjualan para eksportir maupun importir yang ingin menuntaskan distribusi sebelum pergantian tahun.
Selain itu, distribusi domestik dari berbagai kawasan industri di Jateng juga meningkat tajam.
"Distribusi merata. Dari kawasan industri seperti KIK Kendal, Batang, Jatengland, lalu mebel dari Jepara, garmen ke Solo dan Magelang, semuanya ramai," katanya, Rabu (17/12).
Rizal mengatakan, angkutan barang akan dibatasi jam operasional selama Nataru. Truk hanya diperbolehkan beroperasi pada pukul 22.00 hingga 05.00 mulai 19 Desember hingga 4 Januari.
Namun, Organda memprediksi puncak pengiriman barang akan terjadi menjelang tahun baru, sekitar 28-29 Desember.
"Tidak dilarang, hanya dibatasi jamnya. Tapi karena ini peak season, harusnya bisa maksimal," bebernya.
Namun, ia berujar, tingginya permintaan distribusi belum sepenuhnya berjalan mulus. Para driver menjumpai kendala berupa antrean Solar subsidi yang berdampak pada operasional angkutan barang.
Pembelian Solar di SPBU harus antre berjam-jam, bahkan harus mengisi bahan bakar lebih dari satu kali untuk perjalanan jarak jauh.
"Solar dibatasi, kadang hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, maksimal Rp 500 ribu. Driver harus antre lama, dan itu bikin waktu pengiriman molor," ucapnya.
Rizal berharap, ada dukungan dari Pertamina agar distribusi solar tidak menghambat laju logistik di tengah membaiknya kondisi ekonomi Jateng.
"Ekonomi sudah membaik, ekspor-impor jalan, distribusi lagi ramai. Jangan sampai malah terhambat karena kuota Solar yang hampir habis," tukasnya.
Kesulitan
Sebelumnya, para sopir angkutan barang sempat mengalami kesulitan memperoleh Solar subsidi, seperti terjadi di SPBU 44-522-02 Sawojajar, jalur Pantura, Brebes, beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251215_kendaraan-mengisi-Solar-di-SPBU-Pertamina_1.jpg)