Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Harga Emas Tembus Rekor Baru Lagi, Ibrahim Sarankan Masyarakat Membeli

Harga emas kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis 5.000 dollar AS per ons.

Tayang:
Editor: Vito
Dok Tribun Jateng
Petugas menunjukkan emas Antam 25 gram, di Butik Emas Logam Mulia, Jalan Pemuda No 150 Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga emas kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis 5.000 dollar AS per ons pada perdagangan Senin (26/1).

Pada penutupan perdagangan Senin (26/1), harga emas dunia berada di level 5.090,84 dolar AS per ons toi, sedikit menurun dari posisi tertinggi intraday mencapai 5.109,21.

Sementara, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Aantam) juga mencatatkan lonjakan tajam pada Senin (26/1), berada di Rp level Rp 2,917 juta/gram.

Harga emas Antam itu naik Rp 30.000 dibandingkan dengan harga pada Sabtu (24/1), yang berada di level Rp 2,887 juta/gram.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyarankan agar masyarakat membeli emas batangan atau emas Antam sekarang ini karena harganya sedang melonjak naik.

Ia memprediksi harga emas masih akan terus melonjak, bahkan hingga 2028.

"Harga emas ini masih akan terus melonjak. Kita melihat emas Dunia pun juga terus naik, kemudian logam mulia pun juga terus naik, kemungkinan sampai tahun 2028," katanya, Senin (26/1), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Artinya apa? Walaupun harganya relatif lebih mahal (hampir) di Rp3 juta ini, harga kemungkinan besar akan melonjak terus, dan kemungkinan besar masyarakat yang melakukan pembelian pun juga terus akan mendapatkan satu keuntungan," sambungnya.

Ibrahim pun menyarankan agar masyarakat membeli emas sekarang untuk investasi jangka panjang.

"Kalau ada masyarakat (tanya), 'apakah saya harus beli?' Oh iya, harus beli, karena ini adalah investasi," ucapnya. 

"Investasi jangka menengah, jangka panjang yang harus dilakukan oleh masyarakat, baik dari Sabang sampai Merauke. Ini kesempatan terbaik sampai tahun 2028," tambahnya.

Mengutip Reuters, sejak awal 2026, harga emas dunia telah naik sekitar 16 persen, melanjutkan reli kuat setelah melonjak sekitar 64-65 persen sepanjang 2025. 

Penguatan tajam itu mencerminkan derasnya aliran dana investor ke aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. 

Sejumlah isu global menjadi katalis penguatan harga emas. Mulai dari konflik Rusia–Ukraina yang belum menunjukkan titik terang, ketegangan antara AS dan NATO berkait Greenland.  

Selain itu, ancaman tarif 100 persen Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kerja sama dagang dengan China juga memperkuat sentimen risiko di pasar keuangan global. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved