Tribun Jateng Hari Ini
Harga Emas Masih Reli, Pasar Tunggu Arah Kebijakan The Fed
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (28/1), menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
Mengacu pada laporan FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) naik mendekati rekor baru di sekitar 5.220 dollar AS per ons troi pada perdagangan di Asia.
Penguatan itu melanjutkan tren kenaikan emas sejak awal tahun, ketika pasar global diwarnai ketidakpastian arah kebijakan moneter dan meningkatnya risiko geopolitik.
Kenaikan harga emas kali ini tidak terlepas dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS atau US Dollar Index turun ke level terendah sejak Februari 2022.
Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang justru menimbulkan ketidakpastian di pasar valuta asing.
Trump pada Selasa (27/1), menyatakan, nilai dolar AS masih bagus ketika ditanya apakah mata uang tersebut telah melemah terlalu jauh.
Namun, pasar menilai pernyataan itu tidak disertai sinyal kebijakan yang jelas, sehingga memicu aksi jual lanjutan terhadap dolar AS.
Bagi pasar emas, kondisi ini menjadi katalis positif. Emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS cenderung menguat ketika dolar AS melemah, karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global.
Selain faktor mata uang, lonjakan harga emas juga dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman perang dagang.
Investor global kembali mengantisipasi potensi guncangan ekonomi yang bersumber dari kebijakan politik dan perdagangan AS.
Fokus pasar global kini tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang diumumkan Rabu waktu setempat.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Keputusan itu akan menjadi jeda setelah The Fed memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut pada akhir 2025.
Langkah pemangkasan sebelumnya dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global.
Meski keputusan menahan suku bunga telah diantisipasi, pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251229_emas-antam-2.jpg)