Tribun Jateng Hari Ini
Pelaku Usaha Tak Bisa Jamin Ketersediaan Daging Jelang Ramadan
Saat ini para pelaku usaha swasta kesulitan berkontribusi dalam menjaga ketersediaan daging karena terbentur persoalan perizinan.
“Kami juga bingung, ada satu grup, dia punya perusahaan ada empat atau lima, itu (izin impornya sudah-Red) keluar semua. Kemudian ada beberapa perusahaan juga, seperti Sukanda Djaya, Masuya,” ucapnya.
Marina mengungkapkan, ada pula sebanyak dua hingga tiga perusahaan yang namanya tak populer bagi para pengusaha. Ia menilai hal itu tak adil, khususnya bagi para pengusaha daging yang sudah cukup lama berkecimpung.
“Sedangkan kami di sini para pengusaha impor yang sudah lama, bahkan ada yang sudah 40 tahun, (izin impor-Red) kami belum keluar,” bebernya.
Tak hanya itu, Marina menyebut, para pengusaha tak dilibatkan dalam rapat koordinasi penetapan Neraca Komoditas (NK) yang turut memutuskan jumlah kuota impor daging sapi tahun ini.
Padahal, para pengusaha terlibat dalam rapat penetapan NK tahun lalu. “Tahun ini tidak. Tahun sebelumnya dilibatkan, minimal ada sosialisasi. Terkait supply-demand, didiskusikan,” tuturnya. (Kontan/Chelsea Anastasia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/daging-sapi-6-juni-2022.jpg)