Berita Semarang
Bulog: Harga Sembako Terkendali di Bulan Ramadan, Cabai Jadi Komoditas Paling Rentan
Menurut Rizal, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas strategis bergerak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Sulistri, pedagang cabai di Pasar Johar, menyebut harga cabai di tingkat pedagang sangat dipengaruhi ketersediaan barang di lapak, terutama saat cuaca buruk.
Menurut Sulistri, hujan yang turun hampir sepanjang hari membuat pasokan cabai ke pasar berkurang sehingga harga mudah terdorong naik.
“Kalau barang sedikit ya harganya naik. Kalau barang melimpah ya turun. Enggak tentu,” kata Sulistri saat ditemui di lapaknya, Rabu (27/2/2026).
Ia mengungkapkan, harga cabai rawit merah saat ini berada di angka Rp 82.000 per kilogram, naik dibandingkan sehari sebelumnya yang masih di kisaran Rp75.000 per kilogram.
Baca juga: Maling Bobol Gudang Sembako di Purworejo, Pelaku Gunakan Mobil Putih
Baca juga: Pembunuh Baladiva Gadis Kendal Pura-pura Gila Agar Tak Dipidana, Keluarga Ngadu ke Polda Jateng
“Karena hujan dari pagi sampai sore, barang buat pedagang juga sedikit,” ujarnya.
Tak hanya cabai rawit, Sulistri menyebut jenis cabai lain juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp27.000–Rp28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp32.000 per kilogram.
Terkait penetapan harga, Sulistri menegaskan pedagang kecil tidak memiliki ruang besar untuk menentukan harga sendiri.
Harga jual di pasar mengikuti kondisi pasokan serta harga beli dari pemasok.
“Kita yang belanja ya ikut pasaran. Kalau enggak ikut, enggak dapat barang,” katanya.
Ia menilai persoalan utama bukan semata harga yang mahal, melainkan ketidakstabilan harga yang kerap naik turun dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli sama-sama kesulitan memperkirakan pengeluaran.
“Harganya yang enggak aman. Naik turun terus,” ucap Sulistri.
Bulog sebut harga masih terkendali
Dikesempatan yang sama usai kunjungannya di Pasar Johar dan Kanjengan Semarang, Direktur Utama Perum BULOG Letjen (Purn) TNI Ahmad Rizal menegaskan dinamika harga pangan di Semarang menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah masih berada dalam koridor kendali kebijakan pemerintah, baik dari sisi pasokan maupun mekanisme harga.
Menurut Rizal, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas strategis bergerak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah.
Beras, baik kategori premium maupun medium, diperdagangkan pada level yang sejalan dengan ketentuan.
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260227_BULOG.jpg)