Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Stok BBM Tersisa 20 Hari Lagi, Warga Semarang Mulai Khawatir Tapi Ogah Panic Buying

Di Kota Semarang, sebagian masyarakat mengaku mulai memperhatikan perkembangan situasi meski aksi pembelian BBM tidak berlebihan.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
MENGISI BBM - Pengisian BBM Pertalite di Kawasan SPBU Veteran Semarang, Jumat (6/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut masih aman hingga 20 hari turut menjadi perhatian masyarakat.

Apalagi, situasi geopolitik global tengah memanas dengan munculnya kabar penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Di Kota Semarang, sebagian masyarakat mengaku mulai memperhatikan perkembangan situasi tersebut, meski belum sampai melakukan aksi pembelian BBM secara berlebihan.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Buka Suara soal Stok BBM dI Kilang Cilacap Jelang Mudik

Muhammad Bagaskara (26), seorang pekerja yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor untuk mobilitas kerja, mengaku cukup khawatir jika pasokan BBM benar-benar terganggu.

Menurutnya, kebutuhan bahan bakar menjadi hal penting dalam aktivitasnya sehari-hari.

“Kalau saya pribadi cukup khawatir sih. Soalnya tiap hari pasti butuh bensin buat kerja, minimal satu liter sehari,” ujarnya saat ditemui di SPBU Veteran Semarang, Jumat (6/3/2026).

Meski begitu, Bagaskara mengaku tidak ingin bertindak gegabah dengan melakukan panic buying.

Ia memilih tetap menggunakan BBM seperti biasa sambil berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas pasokan.

“Ya mudah-mudahan stoknya tetap aman. Saya juga nggak sampai beli berlebihan, tapi ya tetap kepikiran,” katanya.

Bagaskara juga berharap harga BBM tidak mengalami kenaikan, mengingat kondisi ekonomi masyarakat saat ini menurutnya belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang ekonomi juga lagi sulit. Kalau harga naik lagi ya pasti berat buat masyarakat yang kerjanya mengandalkan kendaraan,” tambahnya.

Sementara itu, pengendara lain, Ratih (31), mengaku tidak terlalu ingin memusingkan isu tersebut.

Menurutnya, selama BBM masih tersedia di SPBU, ia akan tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

“Kalau saya sih nggak mau terlalu dipikirin. Yang penting sekarang masih ada BBM buat dipakai,” ujarnya.

Ratih menilai, kenaikan harga mungkin saja terjadi jika situasi global memburuk. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved