Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Pemerintah Buka Peluang Naikkan Harga BBM Subsidi setelah Lebaran 

Dengan perkembangan harga minyak mentah dunia yang fluktuatif, dimungkinkan evaluasi terhadap pemberian subsidi terhadap BBM oleh pemerintah.

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
MENGISI BBM - Pengisian BBM Pertalite di Kawasan SPBU Veteran Semarang, Jumat (6/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dengan RON 90 di akhir Maret 2026 ini atau setelah Hari Raya Idulfitri.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, saat menghadiri peresmian Posko Nasional ESDM Ramadan-Idulfitri, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).

Mulanya, ia memastikan kembali pernyataan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia yang menegaskan tidak ada kenaikan harga untuk BBM jenis Pertalite hingga Idulfitri tahun ini.

"Bapak Menteri itu juga sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan pertama 2026 ini," katanya.

Akan tetapi, ia berujar, mengingat perkembangan harga minyak mentah dunia yang selalu fluktuatif, maka dimungkinkan akan adanya evaluasi terhadap pemberian subsidi terhadap BBM oleh pemerintah.

Terlebih, Yuliot menuturkan, harga minyak mentah dunia pernah menyentuh angka 100 dolar AS per barel karena adanya pengaruh konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

"Jadi nanti kami akan evaluasi terkait dengan perkembangan harga minyak dunia, dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasi yang kita siapkan," ucapnya.

"Nanti kami akan bahas dengan kementerian/lembaga terkait untuk penyesuaian-penyesuaian, termasuk Pertalite subsidi Ron 90 ini," sambungnya.

Meski demikian, Yuliot menyatakan, masih ada potensi harga bensin subsidi seperti Pertalite tidak mengalami kenaikan.

Hal itu akan terjadi apabila anggaran subsidi yang diberikan pemerintah terhadap BBM masih masuk dalam rata-rata Indonesian Crude Price (ICP). Diketahui, ICP dalam APBN senilai 70 dolar AS per barel.

"Nah gini, ini kan kami lagi memantau harga rata-rata ICP. Jadi sepanjang itu masih masuk di rata-rata ICP, itu tidak akan ada kenaikan," tukasnya.

Bahas pasokan

Adapun, Presiden Prabowo Subianto telah membahas perkembangan ekonomi global, termasuk terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tanah air bersama anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan sejumlah menteri di Jakarta pada Rabu (11/3). 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, dalam pertemuan itu disampaikan kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. 

Menurut dia, pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan BBM dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved