Tribun Jateng Hari Ini
Rebound Lagi, Prospek Harga Emas Masih Bullish
Harga emas mulai berbalik arah dengan kenaikan 1,49 persen pada Selasa (24/3), dan kembali menguat 1,90 persen pada Rabu (25/3).
Jika Selat Hormuz masih ditutup dan harga minyak naik, ia memproyeksi, harga emas berpotensi turun dengan support 3.800 dolar AS per ons troi. Namun, jika terjadi deeskalasi, maka harga emas bisa kembali di atas 5.000 dolar AS per ons troi.
"Secara teknis, harga emas masih bearish untuk short dan medium term, walau untuk jangka panjang masih bullish. Untuk jangka pendek, harga emas diperkirakan masih berfluktuasi di level 4.100-4.800 dolar AS per ons troi," ucapnya.
Sementara, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo. Ia menilai, harga emas masih berpotensi terkoreksi, terutama jika Amerika Serikat-Israel dengan Iran mencapai kesepakatan damai.
"Harga bisa menguji kembali level psikologis di bawah 4.000 dolar AS, karena fokus pasar akan beralih sepenuhnya ke data ekonomi dan kebijakan suku bunga Fed yang mulai melandai," tukasnya.
Sebaliknya, apabila eskalasi berlanjut, ia berujar, harga emas berpotensi memecahkan rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan aset lindung nilai. (Kontan/Alya Fathinah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251229_emas-antam-2.jpg)