Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Tembus Rp 17.000, Rupiah Catat Rekor Terburuk Sepanjang Masa

Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah, menyusul peringatan Presiden AS akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran.

Tayang:
Editor: Vito
Harian Warta Kota
Ilustrasi rupiah 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir ke level terburuk sepanjang masa, dengan menembus di atas Rp 17.000 per dolar AS. 

Mengutip Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.002 per dolar AS pada Senin (30/3), melemah 0,13 persen dari penutupan Jumat (27/3) lalu, di Rp 16.980 per dolar AS.

Sementara, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,21 persen secara harian ke Rp 16.993 per dolar AS. 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah.

Pelemahan rupiah yang menyentuh Rp 17.000 per dolar AS terjadi setelah perang AS-Israel dengan Iran berlangsung 30 hari sejak dimulai pada 28 Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik, dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai.

Namun, ia tidak menyebut tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran. 

“Di satu sisi, Iran mengatakan siap menghadapi invasi darat oleh AS, terutama setelah laporan akhir pekan lalu menunjukkan Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah,” katanya, Senin (30/3).

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah dibayangi sentimen efisiensi anggaran. Ia menilai, rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit APBN. 

Menurut dia, tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas. 

“Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan,” jelasnya. 

Untuk Selasa (31/3), Ibrahim menilai, dinamika eskalasi masih turut mempengaruhi pergerakan rupiah.

Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu.

Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (31/3) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp 17.000-Rp 17.040 per dolar AS. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved