Berita Blora
Pertamina Tanggapi Rumor Kelangkaan LPG 3 Kg di Blora: Ulah Oknum
Pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Blora, Effendi mengatakan, setiap kali pengiriman pangkalannya mendapatkan 140 tabung LPG 3 kilogram.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) buka suara terkait isu kelangkaan LPG 3 kilogram di Blora.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menegaskan, pasokan LPG 3 kilogram di Blora dalam kondisi aman.
"Jadi sebenarnya pasokan LPG di Blora itu dalam kondisi aman. Di pangkalan stoknya tersedia melimpah."
"Rata-rata di pangkalan itu ada sekira 20 hingga 30 tabung kosong sesuai alokasi masing-masing berdasarkan kuota yang dibagi oleh Pemkab Blora," jelasnya, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Dilarang! Bangunkan Sahur Gunakan Sound Horeg di Blora, Ini Alasannya
• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta
• Polisi Masih Kesulitan Ungkap 3 Perampokan di Banyumas, Minim CCTV
Lebih lanjut, Taufiq menyarankan kepada masyarakat untuk membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi.
"Jadi kami sarankan kepada masyarakat yang pertama adalah membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi Pertamina yang memiliki plang hijau."
"Bagaimana caranya tahu pangkalan LPG terdekat dengan tempat tinggal? Tinggal ketik di website atau di HP di PTM.id/infoLPG3KG."
"Nah, setelah diklik diakses akan mengarah pada tombol di bawah, cari lokasi pangkalan terdekat dengan tempat tinggal."
"Itu akan muncul dalam satu desa itu ketika diisi berapa pangkalan terdekat," jelasnya.
Taufiq menyampaikan, isu kelangkaan LPG 3 kilogram seringkali dihembuskan oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi.
"Situasi seperti ini di wilayah perbatasan Blora, kemudian Rembang."
"Itu sangat sering terjadi. Hal ini biasanya dimanfaatkan oleh oknum yang mengambil keuntungan secara sepihak."
"Dia menginginkan bahwa harga LPG ini tinggi melambung menciptakan situasi kelangkaan, padahal stoknya di pangkalan itu melimpah dan pasti ada kalau di pangkalan," jelasnya.
Taufiq menyampaikan, di setiap pangkalan LPG 3 kilogram melayani konsumen langsung dengan harga eceran tertinggi Rp18.000.
"Jadi saran saya kalau masyarakat nemu isu seperti ini jangan panik. Yang pertama datang ke pangkalan terdekat tetap beli LPG 3 kilo seharga harga eceran tertinggi Rp18.000."
"Sehingga tidak akan terjebak pada situasi yang diinginkan oleh oknum. Semakin panik, maka oknum semakin senang, harga pun semakin melambung."
"Akibatnya, seolah-olah terlihat susah di pasaran sehingga harganya tinggi. Saran saya tetap beli di pangkalan."
"Pangkalan itu berguna untuk menjaga stabilitas harga. Sehingga momentum Ramadan jelang Idulfitri, apalagi jangan sampai termakan oleh isu yang sedemikian rupa," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat di Blora saat ini tengah kesulitan mencari LPG 3 kilogram.
Salah satunya dialami oleh Siti Wardiani, pedagang asal Purwosari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Sudah tiga hari ini, stok LPG 3 kilogram di tokonya kosong.
Biasanya Siti mendapat kiriman LPG dari seseorang setiap tiga hari sekali.
"Tapi sudah tiga hari ini, saya sudah enggak dikirimi lagi. Biasanya dikirim empat sampai 10 tabung."
"Saya dapat LPG itu bukan dari pangkalan, karena kalau bukan anggota, enggak boleh beli. Jadi saya dikirimi orang yang cari dari pangkalan," jelasnya, Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, Siti biasanya membeli LPG 3 kilogram di harga Rp22 ribu. Kemudian dirinya menjual ke warga Rp24 ribu."
"Harga Rp24 ribu itu sudah berebut," terangnya.
Baca juga: BREAKING NEWS, Emak-emak di Ujungnegoro Batang Tewas Tertabrak KA Tawang Jaya
• Buruan Daftar, Pemkab Wonosobo Siapkan 8 Bus Mudik Gratis Lebaran 2026
• Remaja SMP di Getasan Semarang Tewas Jelang Perang Sarung, Motor Tabrak Pohon
Di toko miliknya, Siti hanya memiliki empat tabung sehingga dirinya berinisiatif untuk membeli tabung kosong.
Untuk mendapatkan tabung kosong itu, dirinya harus menempuh jarak sembilan kilometer dari rumahnya, di pangkalan LPG 3 kilogram Effendi, Jalan Mr Iskandar Blora.
"Kalau ini saya beli tabung kosongan harga Rp160 ribu. Ini nanti saya mau mencari ke mana-mana yang ada isinya, untuk dijual," terangnya.
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG, Effendi mengatakan, setiap kali pengiriman pangkalannya mendapatkan 140 tabung LPG 3 kilogram.
"Itu sepekan tiga kali," ujarnya.
Menurutnya, saat pasokan LPG 3 kilogram datang, tidak membutuhkan waktu lama langsung habis.
"Saya jual dengan harga HET Rp18 rib per tabung. Itu enggak sampai satu jam sudah habis," terangnya.
Effendi mengatakan, permintaan LPG 3 kilogram di momentum Ramadan naik signifikan.
Selain membeli LPG 3 kilogram, ada sebagian pedagang yang juga membeli tabung LPG yang kosong.
"Ya di sini juga menyediakan tabung gas kosongan," paparnya.
Terkait kelangkaan, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menindaklanjutinya dengan mengecek di lapangan langsung, ke pangkalan-pangkalan.
Dirinya bersama stakeholder terkait ke pangkalan untuk mengurai kendala yang ada.
"Tadi dari Pertamina tidak ada pengurangan. Tapi justru pada hari ini minta ada penambahan."
"Tujuannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang membutuhkan," jelasnya.
Menurut Sri Setyorini, ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan LPG 3 kilogram di Blora.
"Kelangkaan ini mungkin ada sebabnya. Satu, penambahan UMKM untuk melayani puasa."
"Entah takjil-takjil baru muncul. Itu saja baru analisis. Nanti yang lainnya, kami lihat di lapangan," paparnya. (*)
| Wujudkan PAUD Inklusif, Bunda PAUD Blora Terima Penghargaan Community Leader 2026 |
|
|---|
| Masih Ingat Kasus Dugaan Perselingkuhan Dua Kepala Puskesmas di Blora? Begini Perkembangannya |
|
|---|
| Ratusan Jemaah Calon Haji Blora Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Arief Rohman Doakan Jadi Haji Mabrur |
|
|---|
| 242 Desa di Blora Akan Gelar Pilkades pada 2027, Syarat Pendidikan Calon Kades Minimal Lulusan SMP |
|
|---|
| Pemuda di Cepu Babak Belur Dianiaya 10 Orang, Sempat Ditodong Celurit dan Barang Berharga Dirampas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260225-_-Taufiq-Kurniawan-PT-Pertamina-Patra-Niaga-Regional-Jawa-Bagian-Tengah.jpg)