Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Setelah Domba Sakub, Domba Tanjung Bakal Jadi Domba Unggulan Brebes

DPKH Kabupaten Brebes berupaya menetapkan domba tanjung menjadi hewan ternak unggulan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok DPKH Brebes
DOMBA TANJUNG: Untuk menjadikan Domba Tanjung sebagai domba unggulan, DPKH Brebes melakukan pemaparan terkait asal usul Domba Tanjung dalam sidang di Komisi Bibit Indonesia di Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (24/2/2026). Berikut ini merupakan gambaran Domba Tanjung. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes terus berupaya melakukan manajemen ternak dengan melakukan klasifikasi hewan ternak unggulan.

Usai penetapan Sapi Jabres dan Domba Sakub sebagai ternak unggulan Kabupaten Brebes, DPKH kini berupaya menetapkan Domba Tanjung sebagai ternak unggulan.

Tak tanggung-tanggung, DPKH Brebes melakukan pemaparan terkait asal usul Domba Tanjung dalam sidang di Komisi Bibit Indonesia di Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Kisah Inspiratif Muhammad Difa: Pemuda Asal Kabupaten Tegal yang Sukses Jadi Peternak Domba

Domba Tanjung merupakan aset sumber daya genetik ternak lokal kabupaten brebes, khususnya di wilayah pesisir pantai utara.

Kepala DPKH Brebes, drh. Ismu Subroto mengatakan, khusus di wilayah Kabupaten Brebes, telah ditetapkan Rumpun Domba Sakub pada tahun 2022.

Seluruh domba lokal tersebut sudah dikarakterisasi sifat penotip dan produksinya secara umum serta ditetapkan sebagai plasma nutfah ternak domba lokal Indonesia.

"Saat ini perlu perhatian serta tindak lanjut dan usaha yang sama pada Domba Tanjung. Kita mempunyai kewajiban untuk menjaga, melestarikan dan sekaligus mengembangkan Domba Tanjung bagi kesejahteraan peternak dan masyarakat di Kabupaten Brebes Pantura," katanya, Selasa (24/2/2026).

20260224_Domba Tanjung sebagai domba unggulan, DPKH Brebes_2
DOMBA TANJUNG: Untuk menjadikan Domba Tanjung sebagai domba unggulan, DPKH Brebes melakukan pemaparan terkait asal usul Domba Tanjung dalam sidang di Komisi Bibit Indonesia di Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (24/2/2026). Berikut ini merupakan gambaran Domba Tanjung.

Ismu melanjutkan, Berdasarkan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No. 114/Permentan/ SR.120/10/2014 tentang" Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan" Pemerintah Kabupaten Brebes mengajukan Domba Tanjung untuk ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak dengan nama Domba Tanjung.

Asal usul Domba Tanjung ini, kata Ismu, bermula dari didatangkannya domba ekor gemuk program ternak subsidi dari Gubernur Jawa Tengah tahun 1964 dengan jumlah ternak sekitar 20 ekor domba ekor gemuk di setiap desa di Kabupaten Brebes kecuali di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog.

"Seiring perkembangan waktu domba ekor gemuk lebih diminati oleh warga Brebes di sekitar pantura karena tekstur dagingnya yang lebih berlemak yang sesuai dengan kebutuhan kuliner di daerah tersebut. Tengkulak menyarankan para peternak untuk memelihara domba ini," ungkap dia.

Pada tahun 1994, melihat potensi tersebut saudagar china beranama Yan Shin dari Dukuh Petuguran Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba mengimport 150 ekor domba ekor gemuk dari Australia.

Terjadi perkawinan secara turun temurun. Kemudian, tahun 2000-an, domba-domba mulai terbentuk ciri dan karakteristik seperti sekarang. Tahun 2010 hingga sekarang, terdapat upaya perbaikan manajeme pemiliharaan dan perkawinan. Tahun 2020 hingga sekarang, terbentuk domba domba unggul yang kemudian diberi nama Domba Tanjung.

"Karakteristik lokasi pengembangan Domba Tanjung terletak di wilayah pesisir dengan ketinggian 1-5 mdpl, dengan curah hujan total berkisar 1.245 sampai 1.723 mm dan jumlah hari hujan berkisar antara 85 sampai 105 hari per tahun. Saat ini populasinya sudah 6.660 ekor," papar dia.

Secara spesifik domba Tanjung mempunyai karakteristik warna putih polos, tipe rambut wool, profil muka dan punggung pada Domba Tanjung jantan dan betina didominasi profil cembung, Semua domba betina tidak memiliki tanduk, Domba jantan sebanyak 79,75 persen tidak bertanduk.

Hal yang seragam ditemukan pada telinga semua domba jantan maupun betina memiliki arah telinga mendatar ke samping.

Baca juga: Domba Lokal Adu Gaya dan Ketangkasan saat Bupati Semarang Cup di Pasar Hewan Ambarawa

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved