Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Sebuah Pelana Kuda dan Mata Air Abadi: Memahami Tradisi Guyang Cekatak, Pengingat Jasa Sunan Muria

Sendang Rejoso yang terletak di bawah puncak Gunung Muria kompleks Makam Sunan Muria mendadak ramai dipadati ratusan warga.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
URI-URI TRADISI - Pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria memandikan pelana kuda dalam tradisi Guyang Cekatak di Sedang Rejoso kompleks Makam Sunan Muria, Jumat (19/9/2025). Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sebagai pengingat perjuangan dakwah Sunan Muria di Lereng Gunung Muria, sekaligus ritual doa minta keberkahan hujan.  

Mulai dari pedagang, petani kebun, tukang ojek, dan beragam profesi lainnya.

"Yang jelas, dengan kegiatan ini warga semakin kompak, lebih aktif dengan mengikuti jalannya tradisi. Serta ikut terlibat langsung meramaikannya," ujar dia.

Menurut Anggun, hadirnya Sunan Muria yang telah berjasa dalam memakmurkan masyarakat Colo. 

Baca juga: "Semoga Dapat Berkah dari Sunan Muria" Warga Kudus Berebut Isi Gunungan Saat Tradisi Sewu Kupat

Perekonomian masyarakat meningkat dengan berbagai profesi yang ditekuni.

Sebagai warga pribumi Lereng Muria, dia berharap tradisi ini tetap terjaga dengan baik, dan diuri-uri setiap tahunnya.

"Contoh kecil, makan di rumah dengan makan bersama selamatan beda suasananya. Kita dilatih guyub rukun antara warga dalam menyambut keberkahan hidup," terangnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved