Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pria Ini Rela Tinggal di Mobil Selama 3 Tahun Terakhir demi Keluarga

Di China, seorang pria memilih tinggal di mobilnya selama hampir tiga tahun terakhir. 

Tayang:
TRIBUN JATIM/ISTIMEWA
TINGGAL DI MOBIL: Pria asal China, Yin, memilih tinggal di mobil demi berhemat. Ia sudah menjalani gaya hidup tersebut selama tiga tahun terakhir. (Tribun Jatim/Douyin via Says) 

TRIBUNJATENG.COM - Di China, seorang pria memilih tinggal di mobilnya selama hampir tiga tahun terakhir. 

Pria itu melakukannya demi menghemat biaya hidup di kota besar.

Menurutnya, keputusan tersebut justru memberi kenyamanan dan ketenangan yang tidak ia temukan saat menyewa apartemen.

Baca juga: Militer Israel Kembali Gempur Gaza, Saling Tuding Langgar Gecatan Senjata

Yin (38) seorang programmer di Beijing.

"Selama tiga tahun terakhir saya tinggal di dalam mobil," ujar Yin, seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

20251020_Pria asal China Yin
TINGGAL DI MOBIL: Pria asal China, Yin, memilih tinggal di mobil demi berhemat. Ia sudah menjalani gaya hidup tersebut selama tiga tahun terakhir. (TRIBUN JATIM/ISTIMEWA)

"Selama mobilnya cukup luas dan stasiun pengisian daya mudah ditemukan, pengalaman ini tak kalah nyaman dibanding menginap di hotel," lanjutnya.

Yin bekerja di Beijing pada hari kerja dan pulang ke rumahnya di Tianjin setiap akhir pekan.

Jarak antara dua kota ini sekitar 130 kilometer.

Ia biasa bangun pukul 05.30 setiap Senin untuk menempuh perjalanan ke Beijing, lalu kembali ke Tianjin pada Jumat sore.

Sebelum tinggal di dalam mobil, Yin sempat menyewa apartemen di Beijing dengan biaya sekitar 2.500 yuan per bulan (sekitar Rp5,7 juta).

Namun, pada pertengahan 2022, ia memutuskan mengganti kendaraannya dengan mobil listrik berukuran lebih besar.

Ia juga mulai memodifikasi interiornya agar layak ditinggali.

Kini, mobil tersebut telah dilengkapi kasur kecil, peralatan masak elektrik, bahkan sistem karaoke.

Ia juga memanfaatkan ruang di dalam mobil sebagai tempat bekerja dan berkomunikasi dengan keluarga.

"Aktivitas saya setelah bekerja biasanya menonton TV, karaoke, dan menelepon keluarga. Saya juga kadang-kadang meng-coding. Tidak punya hobi lain seperti main game," katanya.

"Saya biasanya tidur jam 10 atau 11 malam," tambah Ying.

Biaya hidup Yin pun jauh lebih rendah sejak tinggal di mobil.

Ia hanya perlu membayar tol sekitar 400 yuan (sekitar Rp909.000) setiap bulan dan biaya pengisian daya mobil di bawah 300 yuan (sekitar Rp681.000).

Jika harus pulang ke Tianjin di luar akhir pekan, ia naik kereta dengan tarif sekitar 100 yuan (sekitar Rp227.000) sekali jalan.

Namun, bukan berarti hidup di mobil tanpa tantangan.

Menurut Yin, kendala utama adalah akses ke toilet dan kamar mandi.

Ia biasanya memarkir mobil di taman kota, bangun sekitar pukul 06.30, berjalan santai, lalu menyiapkan sarapan dengan kompor listrik kecil.

Pada musim panas, ia mandi menggunakan air dari tangki kecil yang dipasang di mobil.

Sementara saat musim dingin, ia memilih pulang ke Tianjin pada Rabu malam untuk mandi, kemudian kembali ke Beijing keesokan harinya.

"Saya juga suka berkemah, dan sering membawa keluarga jalan-jalan dengan mobil. Kami tidur di dalam mobil juga," ungkapnya.

Ketika ditanya soal pandangan orang lain terhadap gaya hidupnya, Yin mengaku tidak ambil pusing.

"Saya tetap komitmen dengan gaya hidup yang saya sukai," katanya.

Kisah Yin menuai berbagai reaksi di media sosial China.

Sebagian besar netizen memuji pengorbanan dan dedikasinya sebagai kepala keluarga.

"Pria rajin dan hemat seperti ini, yang bekerja keras demi keluarganya, pantas dihormati," tulis seorang pengguna Weibo.

Namun, ada pula yang mengaku tidak sanggup membayangkan hidup di ruang sempit seperti mobil.

"Saya akan stres kalau bangun tidur di tempat sekecil itu," komentar pengguna lain.

Meski menuai pro dan kontra, Yin tetap mantap dengan pilihannya demi kehidupan yang menurutnya lebih sederhana dan efisien. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Alasan Pria Rela Tinggal di Mobil selama 3 Tahun Demi Keluarganya, Tak Pedulikan Omongan Orang

Baca juga: WNI Jadi Korban Pengeroyokan di Malaysia, 3 dari 6 Pelaku Juga WNI

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved